Hukum

Perdamaian Solusi Terbaik Konflik Dua Tokoh IKT Provinsi Papua

Antonius

 

 

TORUT, EDUNEWS.ID— Insiden antara Ketua Umum IKT Provinsi Papua yakni Jhon Rende Mangontan dan Kepala Dinas PU Provinsi Papua yakni Djuli Mambaya, Senin, (25/9/2017).

Data yang dihimpun dari wartawan, persoalan ini dimulai dari percakapan di media social yakni grup FPPT (Forum Politik Facebookers Toraja) sehingga menimbulkan polemik, puncaknya di Gereja saat suasana pembukaan Pertemuan Raya PPGT.

Saling lapor antara kedua tokoh IKT (Ikatan Keluarga Toraja) Provinsi Papua ini terjadi di Polres Toraja juga dimana pada Senin Malam (25/09/2017), DJM melaporkan JRM dengan kasus pemukulan dan pada Selasa Siangnya (26/09/2017) JRM melaporkan DJM dengan kasus pencemaran nama baik di grup Media Sosial.

Persoalan ini juga menjadi perhatian bapak Antonius Sampetoding, mantan ketua PPGT Klasis Rantepao, Ketua PPGT Wilayah II Rantepao, Ketua Bidang Aksi Partisipasi Pengurus Pusat PPGT, juga mantan ketua KNPI Tana Toraja (sebelum pemekaran) dan Sekertaris Umum Panitia Pembentukan Toraja Utara dan beberapa lagi Organisasi Kepemudaan lainnya, yang saat ini sedang berada di Jayapura.

“Ada baiknya masalah mereka itu diselesaikan secara kekeluargaan” ujar Antonius Sampetoding, melalui pesan Whatsapp-nya, Selasa (26/9/2017).

Sementara, lanjut Antonius JRM dan DJM yang merupakan dua tokoh muda potensial dan kalau mereka rukun dan damai maka tentunya berdampak pada suasana masyarakat toraja yang ada di Papua.

“Namun, sayang mereka sudah saling lapor ke polisi tapi ada baiknya nanti di lakukan mediasi perdamaian antara keduanya,” ujarnya.

Kalau mereka tidak berpikir jernih dan masih termakan dengan hasutan-hasutan yang sifatnya memanas-manasi, maka mereka berdua tidak bisa lagi dianggap sebagai figur yang dijadikan panutan karena secara tidak sadar mereka berdua tetap mempertotonkan tergerusnya figur ketokohan yang selama ini melekat pada diri mereka.

Idealnya mereka berdua nanti tidak terlalu mempertahankan keegoannya masing-masing kalau dipertemukan di polres Toraja, tapi mereka berdua harus dengan lapang dada mengakui kehilafan dan kesalahan mereka masing-masing.

“Kalau masalah tersebut betlanjut ke ranah hukum maka inilah yang dinantikan lawan-lawan politik mereka,” tuturnya.

“Sebagai analogi, kalau mereka sedang bertinju maka pastilah terjadi jual-beli pukulan, demikian pula dengan masalah ini kalau berlanjut. Oleh karena itu diharapkan kepada seluruh warga toraja untuk tidak lagi memperkeruh situasi demi sangtorayaan pada umumnya dan masyarakat IKT Papua pada khususnya,” harap Antonius.

RILIS | EDUNEWS

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close