Ekonomi

Persoalan Ekonomi Jadi Penyebab Perceraian di Lutim dan Lutra Meningkat

M Rajab

MAKASSAR, EDUNEWS.ID–Tingkat perceraian di kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan begitu tinggi.

Pengadilan agama Masamba yang menangani kasus perceraian di Luwu Utara dan Luwu Timur menyebutkan bahwa angka kasus perceraian tahun 2016 hingga 600 kasus, bahkan hingga awal tahun 2017 ini sudah mencapai angka 130 kasus.

Anggota Komisi B DPRD Sulsel yang menangani bidang perekonomian dari Fraksi Nasdem, M. Rajab ketika dihubungi awak media berkaitan dengan tingginya angka kasus perceraian mengatakan, bercerai dalam hukum agama dan negara boleh saja dilakukan, namun jika angkanya begitu tinggi berarti ada sesuatu yang salah.

“Jika tahun 2016 mencapai angka 600 kasus, maka setiap bulannya ada 50 keluarga yang bercerai di Luwu Utara dan Luwu Timur. Angka ini sangat tinggi” terang M Rajab, yang juga wakil dari Dapil Luwu Raya, Senin, (27/3/2017).

Baca juga :  Kadernya Pilih Berpaket dengan Incumbent di Pilwalkot Makassar, ini Sikap Nasdem Sulsel

Menurut Rajab, dibutuhkan kematangan sebelum melakukan pernikahan. Bukan hanya sekedar didorong oleh keinginan sesaat lalu menikah, tapi harus berfikir jauh ke depan dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama.

Ditanya soal faktor yang menyebabkan perceraian itu terjadi, M. Rajab menyebutkan bahwa hal tersebut saja faktor internal dan juga faktor eksternal.

“Faktor internal itu berupa kesiapan psikologis menjadi bapak dan ibu dalam runah tangga, kematangan dalam menghadapi masalah, masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga sementara faktor eksternalnya berupa hadirnya pihak ketiga yang mengganggu ketenangan dalam rumah tangga” terang M. Rajab yang telah dikarunia 5 orang anak.

Olehnya itu lanjut Rajab, angka perceraian ini perlu ditekan melalui pendekatan struktural dan kultural oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca juga :  Budayawan ini Terbitkan Buku untuk Kado Pernikahan Putrinya

“Jika tidak diantisipasi maka bisa semakin meningkat kasusnya pada tahun yang akan datang,” kata Rajab yang juga pengurus DPW Partai NasDem Sulsel ini.

Sementara itu, ketua PA masamba, Muh Ridwan menyebutkan bahwa tingginya angka perceraian yang ditangani karena dua hal, narkoba dan miras.

“Sebagian besar kasus perceraian disebabkan oleh dua hal yaitu narkoba dan miras” beber Ketua PA Masamba.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com