Politik

Anggaran Pilkada Provinsi Papua Belum Jelas

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membahas persoalan anggaran Pilkada Provinsi Papua 2018 dengan pemerintah dan DPRD terkait. Meski demikian, masih ada kendala teknis terkait pembahasan anggaran sebesar Rp 1 triliun lebih.

“Pas mau ditandatangani, (anggaran) berubah Rp 800 sekian miliar. Makanya belum sinkron,” kata Komisioner KPU Hasyim Asy’ari di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Untuk itu, Hasyim terus melakukan koordinasi dan mencari titik temu masalah anggaran Pilkada untuk provinsi Papua tersebut. Khususnya, terkait nominal angka yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggara pemilu.

“Kira-kira hitung-hitungannya memang betul-betul diperlukan berapa sih anggarannya,” katanya.

Menurut Hasyim, wilayah Papua memiliki letak geografis yang sangat sulit. Sehingga, berbeda dengan wilayah lain di Tanah Air yang terlibat dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.

Baca juga :  Terima Pinangan Khofifah, PDIP Desak Emil Mundur

“Misalnya untuk menjangkau tempat tertentu, harus menggunakan helikopter. Tempat (daerah) lain bisa dijangkau menggunakan (jalur) darat,” terangnya.

Meski demikian, Hasyim tidak menyebutkan rincian anggaran untuk Pilkada serentak 2018 mendatang di masing-masing daerah di Indonesia. Secara normatif, Hasyim berkilah total jumlah tersebut tidak mudah diingat.

“Saya lupa jumlahnya,” kilahnya.

Hasyim menambahkan, semua wilayah yang melaksakanakan Pilkada serentak dianggap rawan terjadi adanya konflik. Hal itu, urainya, disebabkan jumlah masyarakat yang cukup banyakterlibat dalam pesta demokrasi itu.

“Lebih dari 50 persen yang terlibat se-Indonesia. Misalkan Jawa Barat, Jateng ikut pemilihnya lebih dari 50 persen,” pungkasnya, seperti diberitakan Kantorberitapemilu.com.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!