Politik

Berikan Dukungan ke Kolom Kosong, Kader Gerindra Makassar ini Rela Dipecat

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID-Wakil Ketua Gerindra Makassar, Ansar Manrulu menyatakan jika dirinya siap menerima segala konsekwensi dari partainya, Gerindra akibat sikap politiknya dalam menyuarakan aspirasi dan mendukung kolom kosong pada Pilwalkot Makassar.

“Appi Cicu tidak mendaftar di partai kami, makanya ketika saya mensosialisasikan kolom kosong, saya siap terima segala resiko dari Partai,” kata Ansar.

Sikap politik Ansar tersebut saat memimpin puluhan orang yang mengaku Relawan Kolom Kosong (Rewako) Makassar berunjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel. Mereka menuntut kinerja transparan KPU terkait penghitungan suara.

“Kami protes dan menolak kecurangan dalam pilkada Kota Makassar, di antaranya dugaan manipulasi data hasil pilkada,” kata Anshar Manrulu di depan kantor KPU, Jl A.P. Pettarani, Makassar, Senin (2/7/2018).

Massa yang kebanyakan ibu-ibu ini berorasi secara bergantian. Mereka juga membentangkan spanduk. Massa menyebut masyarakat Makassar membuat sejarah baru dengan memenangkan kotak kosong pada pilkada Kota Makassar.

“Siapa pun kalau bermain-main dan memaksa kehendak pada rakyat, akan menuai perlawanan dari rakyat. Ini juga pembuktian bahwa rakyat Makassar pantang tunduk dan menyerah pada kekuatan oligarki,” jelas Anshar.

Massa meminta KPU Sulsel mengevaluasi jajaran penyelenggara pilkada Kota Makassar hingga tingkat TPS. Massa juga meminta Bawaslu setempat melakukan pengusutan dugaan manipulasi penghitungan suara.

“Kami juga menyerukan pada seluruh jaringan relawan, untuk mensosialisasikan dan mempersiapkan diri melakukan aksi serentak di 15 kecamatan se-kota Makassar, jika memang praktik kecurangan manipulasi hasil Pilwali masih terjadi,” terangnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!