Politik

DPP NasDem Minta Polisi Usut Tuntas Penyebar Alat Kontrasepsi Bergambar Jokowi-Ma’ruf

 

JAKARTA,EDUNEWS.ID – Partai NasDem mengecam beredarnya foto alat kontrasepsi (kondom) bergambar pasangan capres-cawapres pasangan 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di media sosial, oleh karenanya Polisi diminta segera mengusut penyebaran foto tersebut.

Wakil Sekjen Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, di Jakarta, Minggu, mengatakan, beredarnya foto alat kontrasepsi bergambar Jokowi-Ma’ruf di media sosial merupakan kampanye hitam.

Ia menilai, penyebaran foto diduga kuat dilakukan secara sengaja untuk merusak citra Jokowi-Ma’ruf.

“Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak bisa ditoleransi. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia,” tutur Hermawi.

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin itu menegaskan, NasDem mengecam keras perilaku kampanye tersebut. Kampanye model itu sudah tergolong hitam dan kotor dengan niat menjatuhkan lawan.

Baca juga :  Nasdem Minta tak ada lagi Doa Seperti Tifatul Sembiring

Partai NasDem sendiri mencurigai, praktik kampanye itu tidak hanya merusak citra paslon nomor urut 01, tetapi berniat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. Bukan tidak mungkin cara-cara seperti itu akan membangkitkan fanatisme paslon kemudian masyarakat diadu domba dan pecah belah.

“Siapa pun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa, tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat,” kata Hermawi.

Ia menambahkan pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden merupakan wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan jauh dari praktik-praktik kebiadaban. Masa kampanye, khususnya pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin.

Baca juga :  Politisi Nasdem ini Berharap KKN Masa Orba tidak Terulang

“Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti ini,” ujar Hermawi.

NasDem mengingatkan agar aturan hukum dan etika di atas segalanya. Pertarungan kontestasi harus dalam bingkai aturan dan kaidah demokrasi.

“Kita harus menjaga agar kontestasi ini berjalan di dalam koridor demokrasi dan aturan hukum. Sekali kita bermain fitnah, menyebarkan hoaks dan sejenisnya, pihak ke tiga atau ke empat akan dengan mudah menumpangnya. Kita yang saling tuding, saling tuduh,” ucapnya.

ant

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!