Nasional

Hanura Resmi Usung Jokowi di Pilpres 2019

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), giliran Partai Hanura yang secara resmi bakal kembali mendukung Presiden Jokowi di pemilihan presiden 2019. Seperti diketahui, pada 2019, pemilihan legislatif dan presiden akan digelar serentak. Dalam pemilu serentak, koalisi partai seharusnya dipupuk lebih dini.

“Dibutuhkan grand coalition sejak dini,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Girindra Sandino, di Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Namun memang kata Girindra, menarik dicermati langkah partai yang secara dini sudah mendeklarasikan calon presidennya. Langkah Hanura dan PPP, dua partai pendukung pemerintah adalah langkah strategis yang tepat dan cerdas.

Sebab memang koalisi politik merupakan suatu keniscayaan yang tak dapat dipungkiri dalam proses politik bangsa yang menganut sistem multi partai. Apalagi menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu serentak 2019.

Baca juga :  Polisi Temukan 2 Bom Pipa Besi di Bekasi

Dukungan Hanura, PPP dan sebelumnya Golkar kepada Presiden Jokowi, merupakan wujud dari koalisi strategis yang akan dibentuk. Koalisi strategis tujuannya, tentu untuk membentuk pemerintahan yang kuat dan tahan lama.

“Koalisi strategis yang terbentuk juga bukan kaerena seorang capres belum mendapat “perahu” tetapi terbentuk atas kepentingan politik partai secara kelembagaan,” ujarnya.

Girindra juga melihat koalisi strategis ini didasarkan atas penekanan kesamaan preferensi kebijakan. Minimal connected coalition, terdiri dari partai-partai yang sama dalam skala kebijakan, asumsi koalisi partai dan bertujuan policy seeking yakni mewujudkan kebijakan sesuai kepentingan partai.

Bila koalisi ini terbentuk, maka loyalitas peserta koalisi akan terbentuk. Karena diikat oleh tujuan kebijakan.

Baca juga :  Gerindra Terus Pepet PAN dan PKS

“Koalisi ini juga bertujuan untuk mengamankan suara di parlemen dan memastikan kontrol di parlemen, untuk itu dibutuhkan grand coalition sejak dini,” ujarnya.

Girindra menambahkan walau dalam beberapa survei popularitas Jokowi sedang turun tetap saja Hanura butuh sosok pemimpin untuk mendongkrak suara partainya. Seperti diketahui pada pemilu 2014, Hanura ada di urutan buncit atau peringkat terakhir dengan 16 kursi.

Dengan mendukung Jokowi, diharapkan perolehan suaranya juga akan ikut terdongkrak.

“Pun sebaliknya keuntungan untuk Jokowi adalah mendapatkan sosialisasi politik atau marketing politik dari mesinmesin parpol pengusung sejak jauh-jauh hari,” ujarnya.

Tentu kata dia, ini bakal berpengaruh pada ingatan pemilih di seluruh Indonesia. Dan dalam pendidikan demokrasi, seyogyanya memang mengerti siapa yang akan diajukan sebagai capres.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com