Nasional

Jelang Pilpres 2019, Partai Koalisi Jokowi-Ma’ruf PDIP dan PSI Saling Kritik

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Jelang Pemilihan Presiden 2019 partai koalisi Jokowi-Ma’ruf Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDIP saling melontarkan kritik tajam karena dinilai bungkam terkait isu intoleransi di Indonesia. PDIP menganggap partai pimpinan Grace Natalie itu kekurangan informasi.

“Mungkin partai baru ini kurang informasi. Dalam kasus-kasus tertentu terlihat genit atau lebai,” papar Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Hendrawan lantas memberikan contoh saat PDIP hadir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan. Dia menganggap PSI hanya mampu berwacana tetapi minim implementasi di lapangan.

“Dalam kasus teror sedekah bumi, tim kami di Yogya, dikoordinir anggota DPR Myesti Wijayati, bekerja dengan komponen kebangsaan lain, melakukan penguatan keberanian perlawanan masyarakat. Terhadap rekomendasi NU terhadap berbagai persoalan kebangsaan, kami tidak hanya memberi apresiasi, tetapi melakukan inplemementasi sampai akar rumput,” papar Hendrawan.

Baca juga :  Kalah 4 kali dalam Sengketa, Pengamat Sebut itu Alarm Bahaya Bagi KPU

“Mungkin PSI lebih tertarik gembar-gembor (berwacana) daripada kerja kongkrit di lapangan. Soal RUU Pesantren dan Pendidikan Agama, masih draft sudah didramatisasi dengan hiperbolisme politik. Mereka tdk tahu bahwa setiap fraksi, komisi, bahkan anggota, berhak mengusulkan RUU. Prosesnya panjang dan berliku. Membuka ruang dialog adalah proses mendewasakan kehidupan bangsa,” sambung dia.

Dia menyindir PSI sebagai partai yang hanya berkutat pada persoalan diksi. Sedangkan PDIP, sambung Hendrawan, lebih memilih untuk mengimplementasikan ideologi ke dalam kerja-kerja nyata.

“PSI pandai berkata-kata dengan diksi dan narasi yang menarik. Sementara kami lebih sibuk menerjemahkan ideologi ke dalam krida dan kerja politik kongkrit, melalui siklus internalisasi, sosialisasi, eksternalisasi dan kombinasi dari berbagai metode pembumian gagasan,” katanya.

Baca juga :  Indo Barometer: PDIP Masih Teratas Perolehan Suara Hitung Cepat

Sebelumnya, Ketum PSI Grace Natalie menyampaikan kritik tajam ke sesama parpol nasionalis saat pidato politik di Medan International Convention Center, Senin, (11/3/2019). Kritikan itu juga ditujukan kepada parpol pro-Jokowi.

Ia kemudian mengungkap satu demi satu ‘dosa’ partai nasionalis. Pertama, ia mempertanyakan ada partai nasionalis yang diam-diam mendukung Perda Syariah. Ia mempertanyakan sikap partai politik terhadap kasus Meliana di Tanjung Balai.

“Ke mana kalian — Partai Nasionalis — pada September 2018 ketika Ibu Meliana, korban persekusi yang rumahnya dibakar pada saat dia dan anak-anaknya ada di dalamnya, justru divonis bersalah penjara dua tahun oleh pengadilan,” ucap Grace seraya mengungkap upaya PSI melindungi Meliana.

“Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel Pemerintah Kota di Jambi karena adanya ancaman dan desakan sekelompok orang. Hanya PSI yang mengecam. Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes itu?” ujarnya terus mencecar partai nasionalis.

Baca juga :  Pengamat : Kemungkinan Besar Jokowi juga tidak Diusung PDIP

Ia lantas mempertanyakan di mana partai nasionalis ketika pada 17 Desember nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Kristen ditolak massa.

“Cuma PSI yang menyampaikan kecaman atas peristiwa sedih itu. Lagi-lagi, hanya PSI yang pada 12 Oktober lalu mendesak polisi mengusut peristiwa teror atas upacara sedekah laut di Bantul, Yogjakarta,” ujarnya.

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!