Politik

KPU Pastikan Mantan Napi Koruptor Tidak Masuk DCT, Termasuk Politisi Gerindra ini

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan nama-nama mantan narapidana koruptor, termasuk Ketua DPD Partai Gerindra, M Taufik, tidak akan masuk ke Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2019.

Menurut KPU, M Taufik tetap dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai bakal calon legislatif (bacaleg), meski Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) meloloskan Taufik sebagai bacaleg DPRD DKI Jakarta. “Kan dia dari daftar calon sementara (DCS) sudah TMS,” kata Komisioner KPU, Ilham Saputra, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018).

M Taufik adalah mantan narapidana korupsi. Berpedoman pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 3018 Pasal 4 Ayat 3, mantan napi korupsi dilarang maju sebagai wakil rakyat.

Sementara itu, Bawaslu dalam memutus sengketa berpegang pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang tidak memuat larangan mantan napi korupsi. Ilham menegaskan kembali bahwa sejak masa verifikasi bacaleg, M Taufik dinyatakan TMS sebagai bacaleg sehingga tak dimasukan ke Daftar Calon Sementara.

Oleh karena itu, KPU memastikan tak akan menetapkan Taufik sebagai caleg, serta tidak memasukan namanya di DCT 20 September 2018 mendatang. Ilham menjelaskan, bacaleg yang ditetapkan menjadi caleg namanya harus masuk ke DCT.

Dalam kasus M Taufik, kesempatan untuk bisa ditetapkan sebagai caleg hanya jika uji materi Mahkamah Agung (MA) terhadap PKPU menyatakan larangan mantan napi korupsi untuk “nyaleg” menyimpang dari UU Pemilu.

Seperti diketahui, saat ini tengah dilakulan uji materi PKPU di MA. Namun, proses tersebut harus tertunda lantaran Undang-undang Pemilu yang menjadi acuan PKPU juga tengah diuji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!