Politik

Ngotot Nyagub, Khofifah Maju Lewat Demokrat

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

 

 

SURABAYA, EDUNEWS.ID – Mulai terungkap partai apa yang akan digunakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa maju di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Ketua Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Jatim Maskur menyatakan bahwa Ketua Muslimat NU itu direncanakan mendaftar pada akhir bulan ini.

“Rencana yang sudah itu (berkomunikasi mendaftar) Khofifah. Waktunya tanggal akhir nanti, pada 31 Juli. Jadi langsung kembalikan. Timnya sudah diberitahu semua,” ujar Maskur saat ditemui di kantor DPD Partai Demokrat Jatim Jalan Kertajaya Indah Timur, Rabu (26/7/2017).

Selain nama Khofifah, lanjutnya, ada juga Koordinator Bidang Pembangunan Daerah DPP Partai Golkar Zainuddin Amali. Komunikasi dengan anggota DPR RI ini pun sudah dilakukan.

Baca juga :  2.049 Caleg Tak Buka Data Pribadi

“Ada juga nama Fandi Utomo, tapi dia belum melakukan komunikasi kembali. Memang ada ketertarikan (mendaftar untuk Pilgub Jatim),” urainya.

Sementara itu, dari empat nama yang sudah mengambil formulir ke Demokrat, yakni Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Waketum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattaliti, dan Kepala Inspektorat Jatim Nurwiyatno. Baru Nurhayati Ali Assegaf yang mengembalikan formulir, tiga orang lainnya belum.

“Ini pertama yang mengembalikan. Gus ipul (Saifullah Yusuf, Red) belum. Rencanaan Gus Syafi (Kombespol Syafii, Red), mengembalikan Sabtu (29/7). Gus Ipul antara tanggal 28 rencananya. Dalam pengembalian itu, bisa timnya. Tapi harus ada surat kuasa,” paparnya.

Baca juga :  Jelang Pilgub Jatim, Khofifah Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kiai Tebuireng

Di tempat yang sama, Nurhayati ketika ditemui di kantor DPD Partai Demokrat Jatim mengutarakan kepercayaan dirinya mencalonkan menjadi calon gubernur (cagub).

Hal tersebut berdasarkan perkataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam rapat koordinasi menyebutkan, akan mengutamakan kader internal.

“Kalau pencalonan ini, saya tidak pernah ragu. Saya mendaftar di rumah sendiri, tidak di rumah orang,” kata Nurhayati.

Selain itu, sosialisasi KPU yang masih 50 persen juga menambah kepercayaan dirinya. Ini berarti survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir hanya sebesar itu.

“Saya tidak merasa tersaingi. Di era demokrasi persaingan masih sangat wajar,” tandasnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!