Politik

Parpol Nyaman dengan Kiai Ma’ruf Dibanding Mahfud

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai dipilihnya Ma’aruf Amin sebagai pasangan calon wakil presiden kubu Joko Widodo adalah pilihan tengah. Hal ini menyusul adanya partai yang menolak nama Mahfud MD sebagai pasangan Jokowi.

“Alasan paling mendasar karena ada penolakan dari koalisi yang mendukung Jokowi. Di antaranya ada PKB dan saya dengar juga Golkar. Mereka keberatan kalau yang dipilih Mahfud MD,” ujar Ray, Jumat (10/8/2018).

Nama Mahfud MD memang sempat muncul dan diprediksi kuat sebagai pasangan Jokowi beberapa jam sebelum deklarasinya pada Kamis malam. Namun dugaan ini ternyata melenceng. Bagi beberapa pihak, Mahfud MD dianggap sebagai saingan.

Sosoknya memiliki potensi menjadi lawan di pemilihan presiden 2024 mendatang. “Mereka lebih merasa nyaman jika memilih sosok yang tidak lagi memiliki kesempatan untuk maju di pilpres berikutnya. Makanya nama Ma’aruf Amin muncul,” lanjut Ray.

Pertimbangan lainnya, Ma’aruf Amin dianggap dapat melawan isu SARA khususnya agama yang dapat menerpa Jokowi. Ma’aruf Amin memiliki kekuatan dan pengaruh untuk hal tersebut. Meski dianggap sebagai pilihan tengah, Ma’aruf Amin tentu memiliki kelemahan. Pasangan Jokowi-Ma’aruf lemah untuk suara pemilih milenial.

Sosok Ma’aruf Amin kurang diminati bagi kelompok pemilih pemuka atau milenial. Bahkan bagi kelompok pejuang toleransi dan pluralisme, Ma’aruf Amin bukan sosok yang nyaman bagi mereka. “Setiap pilihan pasti ada risikonya. Salah satu cara menaikkan suara bagi mereka ya di kasa kampenye nanti. Ada 10 bulan waktunya,” lanjut Ray.

Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan ia memilih Kiai Ma’ruf Amien sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampinginya pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Jokowi mengatakan, pilihan tersebut atas dasar kebinekaan.

Ia mengatakan Ma’ruf Amien merupakan sosok yang tepat yang memiliki latar belakang yang mumpuni. Selain sebagai tokoh agama, Ma’ruf juga pernah menjabat di berbagai posisi.

“Beliau sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, wantimpres, rais am PBNU dan juga ketua MUI. Dalam kaitannya dengan kebinekaan Profesor Maruf Amien saat ini juga menjabat sebagai dewan pengarah BPIP,” kata dia Jokowi dalam deklarasinya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Jokowi menilai keputusan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden dan menggandeng Ma’ruf diambil setelah mendapatkan berbagai masukan. Jokowi mengaku mendengarkan saran dari para ulama, ketua umum partai, dan seluruh pengurus partai serta relawan pendukungnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!