Nasional

Pengamat Nilai PSI jadi ‘Kanibalisme Politik’ di Tubuh Koalisi Jokowi

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melemparkan ‘serangan’ ke partai nasionalis, termasuk kepada partai yang tergabung di koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Serangan itu pun ditanggapi partai-partai koalisi Jokowi.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyebut ada ‘kanibalisme politik’ di dalam tubuh koalisi Jokowi. Sebab, menurut dia, PSI sedang berusaha merebut suara dari partai lain di koalisi Jokowi.

“PSI tahu bahwa pangsa pasar pemilihnya itu hanya ada di sesama pemilih partai dalam aliansi pemilih Jokowi. Jadi ini secara istilah semacam ‘kanibalisme politik’,” tutur Rico kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Rico menjelaskan strategi ‘kanibal’ ini memang harus dilakukan PSI demi meraup suara. Alasannya, gelaran Pemilu 2019 sudah makin dekat.

Baca juga :  Lolos Jadi Peserta Pemilu 2019, Partai PSI Jadi Trending Topik

“Untuk menaikkan suaranya suka tidak suka PSI harus mengambil sesama pemilih partai nasionalis dalam koalisi pendukung Jokowi,” tutur Rico.

“Menurut survei ya, sayangnya suara PSI belum cukup. Sehingga strategi ini mereka pilih mengingat pileg sudah sangat dekat,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie mengungkapkan ‘dosa-dosa’ partai nasionalis, termasuk dosa partai yang tergabung di koalisi Jokowi. Grace menyebut partai nasional memiliki pekerjaan rumah yang tidak pernah diselesaikan.

Dirangkum detikcom, salah satu ‘dosa’ partai nasionalis yang disebutkan Grace ditujukan kepada mereka yang mendukung perda agama. Ia mempertanyakan sikap partai politik terhadap kasus Meliana di Tanjung Balai.

“Ke mana kalian–partai nasionalis–pada September 2018 ketika Ibu Meliana, korban persekusi yang rumahnya dibakar pada saat dia dan anak-anaknya ada di dalamnya, justru divonis bersalah penjara dua tahun oleh pengadilan,” ujar Grace seraya mengungkap upaya PSI melindungi Meliana.

Baca juga :  PSI Minta KPU Tak Mempersulit Caleg
Advertisement

“Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel Pemerintah Kota di Jambi karena adanya ancaman dan desakan sekelompok orang. Hanya PSI yang mengecam. Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes itu?” lanjut dia.

Selain itu, Grace menyinggung soal partai politik yang punya caleg eks koruptor dan tidak memberikan sanksi anggota dewan yang suka bolos. Ia menegaskan hanya PSI yang tak mencalegkan mantan koruptor.

“Hanya PSI yang secara terbuka, tanpa mahar. Kandidat kami diuji oleh para tokoh independen dan berintegritas seperti Pak Mahfud Md, Pak Bibit Samar Rianto, Ibu Marie Elka Pangestu dan tokoh-tokoh lainnya. Seleksi yang ketat telah menghasilkan para caleg berkualitas,” ucap Grace.

‘Serangan’ Grace ditanggapi sejumlah partai koalisi Jokowi-Ma’ruf. Salah satunya PDI Perjuangan yang menyebut PSI berlebihan dan kurang informasi.

“Mungkin partai baru ini kurang informasi. Dalam kasus-kasus tertentu terlihat genit atau lebai,” ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.

dtk

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com