Politik

Pilkada DKI, Tak Semua Orang Batak Dukung Ahok, ini Buktinya

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pilkada DKI Jakarta 2017 memasuki putaran kedua. Sikap politik masyarakat Jakarta semakin tajam. Apalagi setelah salah satu pasangan calon (Agus-Sylvi) tidak memenuhi mayoritas perolehan suara di putaran pertama. Salah satunya datang dari kelompok masyarakat Batak di Jakarta. Selama ini, masyarakat Batak di Jakarta selalu diklaim telah menjadi pendukung berat pasangan Ahok-Djarot, dan seolah diopinikan tidak akan ada orang Batak di Jakarta yang akan memilih Anies-Sandi.

Kehadiran  Parsadaan Batak Raya atau Persatuan Batak Raya (PARBARA) yang menyatakan dirinya sebagai masyarakat Jakarta merupakan suku Batak yang berpolitik secara rasional dan mengedepankan akal sehat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menyatakan diri mendukung pasangan Anies-Sandi.

Baca juga :  Anies Beri Pembekalan Ribuan Relawan Anies-Sandi

Ketua Parsadaan Batak Raya (Parbara) Roy Pakpahan menyampaikan, orang-orang Batak sangat dikenal berpikiran terbuka, cerdas, rasional dan sangat menjunjung tinggi kekeluargaan ataupun keberagaman. Karena itu, masyarakat Jakarta, khususnya orang-orang Batak hendaknya tidak terjebak pada politik adu domba yang mengedepankan isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) serta harus lebih mengedepankan Indonesia.

Pria yang berprofesi sebagai Dosen dan Advokat ini mengatakan, pembentukan opini publik yang memposisikan orang-orang Batak seperti harga mati harus memilih Ahok, adalah penyesatan berpikir dalam interaksi sosial dan kenegaraan di Indonesia.

“Orang-orang Batak itu sangat terbuka dan bersahabat. Saling menghargai dan demokratis sejak kecil. Juga rasional serta berpikiran cerdas dalam berpolitik. Jadi, tidak perlu mengkotak-kotakkan dan mencoba membangun opini yang negatif. Soal pilihan politik, juga dilandasi atas pilihan obyektif dalam kerangka ke-Indonesiaan,” tutur Roy Pakpahan, saat bersilaturahmi sesama warga Batak Kristen dan Islam, di Lapo Codian, Mayasari, Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (25/2/2017).

Baca juga :  Anies-Sandi Didukung Jaga Nilai Syariah

Dia menyampaikan, dalam pertemuan yang dilakukan di lokasi yang dikenal sebagai salah satu markas orang Batak di Jakarta itu, orang Batak juga terdiri dari berbagai agama yang berbeda-beda, juga adat yang berbeda, namun dalam hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, semua memiliki toleransi yang tinggi, dan saling menghargai serta saling menjaga satu dengan yang lainnya.

“Maka, saya pun tidak habis pikir, mengapa orang kini banyak bermain isu SARA yang malah memecah belah orang Batak. Soal pilihan politik itu urusan rasional masing-masing, soal saling menghormati dan menghargai itu adalah watak asli orang Batak. Saya mendukung Anies-Sandi, bukan berarti saya jadi memecah belah orang Batak yang mendukung pasangan lain,” ujarnya.

Baca juga :  Panitia Cap Go Meh Bantah tak Undang Anies-Sandi

Roy Pakpahan menjelaskan, dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 50-an orang Batak dari berbagai latar belakakang dan agama berbeda di Lapo Codian, Mayasari, Jakarta Timur itu, Parsadaan Batak Raya (Parbara) mengedepankan nilai-nilai luhur Batak dan ke-Indonesiaan dalam berpolitik.

[NHN]

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com