Politik

PSI Kritik Partai Nasionalis, Fadli Zon: Karena Elektabilitasnya Nggak Naik-naik

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melontarkan kritik keras ke sejumlah parpol nasionalis. Gerindra sebagai salah satu partai nasionalis mengatakan kritik itu disampaikan karena elektabilitas PSI masih mentok.

“Ya lagi cari positioning karena elektabilitasnya nggak naik-naik,” kata Waketum Gerindra Fadli Zon kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Fadli mengatakan upaya menjadi partai bersih harus dibuktikan lewat transparansi dana partai. Dia menantang PSI untuk membeberkan dana partai yang didapatkan.

“Kalau ingin jadi partai bersih, diawali dari mana ia dapat dana partai. Transparansi dan akuntabilitas. Apakah ada dukungan konglomerat atau sumbangan dari mana?” kata dia.

Dia juga menyindir, pidato Ketum PSI Grace Natalie itu lebih cocok dialamatkan kepada internal partainya sendiri. Fadli menyebut Grace seperti berpidato di depan cermin.

Baca juga :  Fadli Zon Minta Panglima TNI Klarifikasi Soal 5.000 Senjata

“Kelihatannya kritikannya lebih pada diri sendiri, seperti lagi latihan pidato di depan cermin,” katanya.

Sebelumnya, Grace menyampaikan kritik tajam ke sesama parpol nasionalis saat menyampaikan pidato politik di Medan International Convention Center, Senin, (11/3/2019). Kritik itu juga ditujukan kepada parpol pro-Jokowi.

Ia kemudian mengungkap satu demi satu ‘dosa’ partai nasionalis. Pertama, ia mempertanyakan ada partai nasionalis yang diam-diam mendukung perda syariah. Ia mempertanyakan sikap partai politik terhadap kasus Meliana di Tanjung Balai.

“Ke mana kalian–partai nasionalis–pada September 2018 ketika Ibu Meliana, korban persekusi yang rumahnya dibakar pada saat dia dan anak-anaknya ada di dalamnya, justru divonis bersalah penjara dua tahun oleh pengadilan,” tutur Grace seraya mengungkap upaya PSI melindungi Meliana.

Baca juga :  Bukan Cuma Emak-emak, Dapat Dukungan Kaum Milenial, Begini Komentar M Rajab

“Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel pemerintah kota di Jambi karena adanya ancaman dan desakan sekelompok orang. Hanya PSI yang mengecam. Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadat di Labuhan, Medan? Kenapa hanya PSI yang memprotes itu?” ucapnya terus mencecar partai nasionalis.

Ia lantas mempertanyakan di mana partai nasionalis ketika pada 17 Desember nisan kayu salib dipotong dan prosesi doa kematian seorang warga Kristen ditolak massa.

“Cuma PSI yang menyampaikan kecaman atas peristiwa sedih itu. Lagi-lagi, hanya PSI yang pada 12 Oktober lalu mendesak polisi mengusut peristiwa teror atas upacara sedekah laut di Bantul, Yogyakarta,” ujarnya.

Baca juga :  Fadli Zon Minta Pansus Pemilu Segera Tuntaskan 5 Isu Krusial

Serangan Grace tak berhenti di situ. Ia mempertanyakan kenapa partai nasionalis di Senayan turut membahas RUU Pesantren dan Pendidikan Agama. PSI mempersoalkan rancangan ini karena berpotensi membatasi praktik Sekolah Minggu, yang selama ini diatur secara otonom oleh gereja.

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!