Politik

PSI Nilai Wacana JK-AHY Cuma Niat Mengganggu Pemerintah

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Partai Demokrat tidak serius ingin memasangkan Jusuf Kalla dengan Agus Harimurti Yudhoyono untuk maju pada Pilpres 2019 mendatang. Wacana tersebut sejatinya dimunculkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menggangu jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Juru Bicara PSI Mohammad Guntur Romli. Menurutnya, Demokrat berusaha mengganggu konsentrasi Jokowi-Jusuf Kalla yang sedang fokus dan terus bekerja demi Republik ini.

“Paket JK-AHY yang dipropagandakan oleh Partai Demokrat hanyalah upaya Demokrat mengadu domba antara pasangan Jokowi Jusuf Kalla, presiden dengan wakil presiden,” ujar Guntur dalam keterangan persnya, Rabu (4/7/2018).

Guntur mengatakan, sangat aneh Demokrat sekarang tiba-tiba ingin mengusung Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Padahal, pada 2009 silam, SBY sendiri memilih menendang JK dari pemerintahan dengan tidak menggandengnya kembali sebagai calon wakil presiden.

Baca juga :  Polisi Hentikan Penyelidikan Laporan PSI, Pengamat : Ada yang tidak Beres sama Bawaslu
Advertisement

Hal itu membuktikan bahwa pada 2009, SBY menganggap JK sudah tidak layak jadi wakil presiden. Karena itu, sangat aneh jika sekarang Demokrat malah berwacana mengusungnya jadi presiden.

“SBY dan Demokrat pernah meremehkan Jusuf Kalla maka propaganda pasangan JK-AHY hanyalah cara Demokrat untuk mengadu domba Jokowi-Jusuf Kalla,” tutur Guntur.

Kalau Jokowi dan JK terpancing, lanjut Guntur, maka roda pemerintahan dan pembangunan akan kena imbasnya. Dia yakin hal inilah yang menjadi target utama Demokrat. “Inilah yang diinginkan oleh Demokrat kegagalan duet kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla,” tegasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com