News

Sebut Beban Gibran Moralitas, Politisi PDIP: Kalau Kalah Memalukan

Politisi PDI-P Budiman Sujatmiko/net

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Politikus PDI-Perjuangan Budiman Sudjatmiko menilai anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming dan menantunya Bobby Nasution memiliki beban moral yang berat saat maju di pilkada.

“Beban berat dia, menang enggak dianggap hebat, kalau kalah memalukan,” ujar Budiman saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12/2019) malam, dikutip dari Antara.

“Saya enggak tahu karena saya bukan anak seorang tokoh, tapi saya belum tentu sanggup seperti dia menanggung beban [moral] itu. Tapi kalau menurut saya, dia harus keluar dari bayang-bayang bapaknya (Jokowi) dan sanggup tidak mengalami beban kemenangannya sendiri,” tuturnya.

Menurut dia, Gibran harus mematahkan tantangan itu. Karena pekerjaan terbesar dia bukan memenangkan pertarungan kepala daerah, tapi persoalan beban psikologis tadi. Bagi Budiman, memenangkan pertarungan itu soal relatif lebih mudah bagi Gibran.

Baca juga :  Pilkades Serentak di Bantaeng tak Ganggu Kegiatan Satgas TMMD

“Seorang seperti Gibran mudah memenangkan pertarungan itu. Dia boleh lah, dia cukup populer. Sebagai pendatang baru dia populer lah ya,” tutur Budiman, yang merupakan mantan Anggota Komisi II DPR ini.

Ia menambahkan kemenangan Gibran juga akan tergantung Dewan Pimpinan Pusat PDI-P memutuskan bagaimana strateginya.

“Saya tidak tahu apakah dia punya ide-ide tertentu atau kita (PDI-P) juga memikirkan itu,” ucap Budiman.

Begitu pula dengan Bobby yang hendak mencalonkan diri di Pilkada Medan. Budiman menyebut bebannya kurang lebih sama dengan Gibran. Karena itu, lanjutnya, diperlukan suatu strategi luar biasa cerdas untuk membuktikan diri lepas dari bayang-bayang Jokowi.

Soal tudingan dinasti politik, Budiman mengatakan secara prosedural pencalonan Gibran dan Bobby tidak melanggar hukum. Terlebih, katanya, setiap warga negara punya hak mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

Baca juga :  KPK Minta Tambah Gedung dan Pegawai

“Anaknya Soeharto saja boleh kok ikut pemilu. Ya kan? Itu hak, ya. Hak dia enggak boleh dilarang,” ujar Ketua Inovator 4.0 itu.

Sebelumnya, berdasarkan survei pada 3-9 Desember 2019, lembaga survei Median menyebut tingkat popularitas Gibran masih kalah populer dari Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Achmad diketahui memiliki popularitas teratas dengan 94,5 persen, dan Gibran di tempat kedua dengan 82,3 persen.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!