Politik

Sengketa Pilkada ‘Susulan’ Siantar, Hari ini Sidang di Bawaslu, Besok di MK

SIANTAR, EDUNEWS.ID – Sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ‘susulan’ Kota Pematangsiantar hingga saat ini masih bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Hasil Pilkada yang digelar pada 16 November 2016 lalu tersebut digugat oleh Pasangan Calon Wesly Silalahi dan Sailanto sebagai pasangan calon pemilik suara terbanyak kedua.

Adapun agenda sidang pertama adalah mendengarkan gugatan dari penggugat dan agenda kedua jawaban dari KPU Pematangsiantar sebagai tergugat.

“Kemarin sudah dua kali kami bersidang. Yang memimpin persidangannya adalah pak Patrialis Akbar,” ujar Batara Manurung, Komisioner KPUD Kota Pematangsiantar, di KPUD Kota Pematangsiantar, kemarin (12/12/2016)

Ia menyampaikan bahwa besok (14/12/2016) mereka kembali akan melakukan persidangan di Mahkamah Konstitusi.

“Besok sore kami berangkat ke Jakarta untuk mengikuti persidangan lanjutan di Mahkamah Konstitusi,” ujar Batara.

Baca juga :  Putusan MK Dianggap Aneh

Batara mengtakan genda persidangan tersebut tidak mereka ketahui apakah penentuan keputusan atau sidang seperti apa.

“Kami tanya juga sama majelis hakimnya, agenda hari Rabu ini apa. Cuma ngak mau orang itu jawab. Hakimnya cuma mau bilang bahwa mereka akan menyampaikan hasil permusyawarahan hakim. Kita ngak bisa menentukan ini putusan atau apa,” bebernya.

Sedangkan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) hari ini (13/12/2016) juga melakukan sidang lanjutan atas gugatan dari dua Calon Walikota Pematangsiantar.

Berdasarkan keterangan dari Mulyadi yang merupakan kuasa hukum dari kedua calon bahwa agenda sidang hari ini di Bawaslu adalah pemeriksaan saksi-saksi.
“Jadi, sesuai amanah dari pimpinan sidang, diperiksa berdasarkan Kelurahan,” ucapnya.

Baca juga :  Turut Berduka, Calon Wali Kota Siantar Meninggal Dunia

Mulyadi menjelaskan, bahwa karena waktu yang terbatas hanya beberapa saksi saja yang dilakukan pemeriksaan.

“Ini karena terbatasnya waktu. Karena sampai jam 11.00 WIB, belum dimulai sidang. Jadi baru tadi 6 Kelurahan diantaranya Kelurahan Perjuangan, Kelurahan Suka Maju. Baru enam kelurahan lah,” sebutnya.

Rencananya, pemeriksaan saksi akan berlangsung hingga tanggal 16 Desember mendatang.

“Besok rencana akan diperiksa 12 Kelurahan. Satu kelurahan bisa lima, bisa dua, bisa tiga saksinya. Kemungkinan selesai pemeriksaan saksi sampai tanggal 15 atau 16 Desember lah. Dan keterangan ahli akan dilangsungkan tanggal 19 Desember,” katanya.

Sebelumnya dalam meteri gugatan yang diajukan oleh pasangan Wesly dan Sailanto ke MK bahwa Pilkada Pematangsiantar, penggugat menyampaikan terdapat kecurangan yang sistematis, tersruktur dan dan masif dalam Pilkada Kota Pematangsiantar.

Baca juga :  Sandiaga: Masyarakat Masih Keluhkan Biaya Hidup Semakin Tinggi

Dalam penjelasannya pelanggaran secara Terstruktur tersebut disebutkan dilakukan penyelenggara pemilu atau pejabat dalam struktur pemerintahan untuk memenangakan salah satu paslon yaitu Hulman Sitorus dan Hefriansyah.

Kemudian pelanggaran Sistematis disebutkan bahwa Tim Hulman dan Hefriansyah melakukan pelanggaran dengan perencanaan dan pengorganisasian secara matang.

Sedangkan pelanggaran Masif disebut pelanggaran yang dilakukan Tim Hulman dan Hefriansyah secara besar besaran diseluruh TPS atas pelanggaran Terstruktur dan Sistematis.

Bukti-bukti yang diajukan pasangan calon ini adalah berupa dugaan penggandaan formulir C6 (undangan memilih) yang dilakukan penyelenggara pemilu untuk memenangkan Hulman, adanya dugaan pemilih siluman yang diorganisisir Tim Hulman dan adanya dugaan politik uang dari Tim Hulman.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!