Politik

Tanggal 22 Februari, Danny Deklarasi Akbar Maju di Pilkada Makassar

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Pilkada Kota Makassar, tinggal menghitung bulan. Namun belum ada satu kandidat pun yang mengantongi rekomendasi parpol. Parpol juga masih gamang untuk jujur mengakui keunggulan bakal calon walikota Makassar yang mempunyai elektabilitas tinggi.

“Semua usaha dan perjuangan yang telah kita lalui selama ini, tidak lepas dari dorongan dan dukungan masyarakat Makassar. Mereka sangat mengharapkan Danny Pomanto kembali mencalonkan diri di Pilwali 2020. Harapan warga Makassar ini adalah utang bagi Pak Danny, dan akan dibayar lunas,” kata Maqbul Halim, yang juga penasehat politik Danny Pomanto, Minggu, 9 Februari, 2020.

Maqbul menjelaskan, arus kuat dukungan dari masyarakat kepada Danny Pomanto di Pilwali 2020 ini sulit dibendung. Banyak kegiatan swadaya dan mandiri digerakkan sendiri oleh komunitas-komunitas. Mereka tidak mengikuti jadwal sosialisasi Danny Pomanto baru akan bergulir pada bulan Maret 2020.

“Itulah yang membuat kami terus bergerak, mengikuti irama gerakan komunitas-komunitas. Atas dasar ini juga sehingga Pak Danny siap menempuh pencalonan di jalur perseorangan (independen-red),” tegas Maqbul.

Baca juga :  Ngotot Nyagub, Khofifah Maju Lewat Demokrat

Merunut perjalanan politik Danny di pentas Piwalkot, kata Maqbul, terdapat serangkaian hasil manis. Diantaranya, memenangkan pilwali 2014 dengan mengendarai parpol.

Sementara 2018, kala itu, Danny terdiskualifikasi dengan tuduhan aneh yang bertujuan mendiskualifilasi Danny Pomanto dan memghasilkan calon tunggal, Munafri-Cicu. Namun calon tunggal yang ada itu justru takluk dari kotak kosong.

“Inilah bukti pemilih Makassar tidak mudah direcoki. Kami yakin 2020 kemandirian politik warga Makassar memilih Pak Danny itu akan terbukti kembali. Tunggumaki,” ujarnya.

Alumnus Sospol Unhas ini menambahkan, sebelum deadline pemasukan berkas di KPU Makassar 23 Februari 2020 berakhir, akan ada perhelatan Musyawarah Rakyat di gedung CCC Jalan Metro Tanjung Bunga 22 Februari mendatang.

“Musyawarah Rakyat yang diinisiasi oleh masyarakat, tim pemenangan, relawan dan komunitas, serta seluruh RT/RW se-Kota Makassar ini akan menggelar Sidang Rakyat Makassar. Sidang akan memutuskan apakah Pak Danny mencalonkan diri lewat partai, ataukah lewat perseorangan. Saya sendiri belum punya banyangan keputusan apa yang akan diputuskan nantinya,” jelasnya.

Baca juga :  57,5 persen Warga Jatim Berpotensi Golput saat Pilgub

Sementara, Dekan Fisip Universitas Hasanuddin, Prof Dr Armin Arsyad MSi, mengemukakan, meski Danny berpeluang besar diusung partai politik. Namun pemilik Tagline “Tungguma” tersebut, perlu bijaksana mengamati dinamika yang terjadi, apakah jalur partai atau jalur perseorangan.

Sebab, parpol kata Armin, sampai hari ini masih menganalisis secara kongkrit, riset hasil survey, dan ketokohan. Begitujuga dengan arah koalisi, butuh hitungan, penjajakan, dan lobi politik.

“Langkah deklarasi pada 22 Februari nanti dengan tim dan relawannya, saya kira tidak salah,” pungkas Prof Armin.

Armin menganalogikan, menentukan kandidat, seperti menentukan ayam yang akan dipilih dalam sebuah medan laga. Kalau ayamnya cacat dan sakit, tentu menjadi pertimbangan untuk dipilih.

Baca juga :  TKN Jokowi Sebut Tim Prabowo-Sandi Harus Minta Maaf Soal Kutipan

“Karena kenapa? karena partai ini tidak mau kalah, tujuan pertarungan itu adalah menang,” tandasnya.

Armin menilai, peluang Danny mengendarai parpol masih terbuka lebar. Sebab, selain elektabilitas masih tertinggi, Danny juga punya investasi sosial. Investasi sosial tersebut adalah modal baik untuk mengarungi pesta demokrasi September mendatang.

“Saya kira Danny ini telah menyenangkan hatinya rakyat, dan menyenangkan hati rakyat itu tidak mudah. Butuh karya nyata, dan program real yang terealisasi,” ujar Arsyad.

Kejelian seorang kepala daerah kata Arsyad yaitu mampu memanage APBD untuk kepentingan orang banyak. Bukan menjadi pelayanan kepada kepentingan segelintir kelompok atau elite.

Sebab rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, tanpa mengesampingkan posisi parpol sebagai instrumen tertinggi dalam demokrasi.

“Memang Danny Pomanto punya keunggulan yang tidak dimiliki rivalnya. Selain survey masih tertinggi, Danny telah membuktikan kerja nyata,” paparnya. (**)

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!