Politik

UU Pemilu Buka Peluang Capres Tunggal

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Undang-undang (UU) Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 membuka peluang adanya pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) tunggal pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pemilu tetap berlanjut meski hanya ada satu pasangan capres-cawapres.

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa lebih dari satu pasangan capres-cawapres atau bisa juga hanya satu pasangan capres-cawapres untuk Pemilu mendatang. Sebab, undang-undang sudah membuka ruang untuk itu, aturannya memungkinkan,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Dia menerangkan, jika hanya ada satu pasangan capres dan cawapres maka KPU tetap akan melanjutkan proses pemilu. Arief menambahkan, tidak ada proses perpanjangan pendaftaran capres dan cawapres.

Baca juga :  Setelah OTT ROMAHURMUZIY, PPP Fokus Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019

“Kalau memang terjadi pasangan capres-cawapres tunggal, kami akan jalan terus sampai dengan pemilu selesai,” kata Arief mengungkapkan.

Namun, dia pun mengingatkan jika keberadaan capres-cawapres tunggal itu tidak serta-merta atau langsung. Dia menambahkan ada sejumlah syarat sebelum keberadaan capres-cawapres tunggal. “Ada prasyaratnya. Kalau itu tidak tercapai baru kemudian bisa masuk ke sana (capres-cawapres tunggal),” tambah Arief.

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com