Nasional

Politisi Demokrat : Mundurnya Yudi Latif Lampu Kuning Kemerosotan Pamor Jokowi

Khatibul Umam Wiranu

 

MAKASSAR, EDUNEWS.ID- Politisi Demokrat Khatibul Umam Wiranu menyampaikan rasa terkejutnya saat mendengar kabar mundurnya Yudi Latif dari posisi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). 

Ia mengungkapkan, sungguh mengejutkan informasi soal mundurnya Yudi Latif dari posisi Kepala BPIP.  Yudi yang sejak awal mendapat mandat menahkodai Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) merupakan sosok yang tepat, Yudi merepresentasikan diktum “The Right Man on The Right Place”, orang yang tepat di tempat yang tepat pula.

“Jejak pemikiran Yudi yang dituangkan dalam sejumlah karya ilmiah, semakin menegaskan posisi Yudi yang “par execelent” dalam tema-tema ideologi bangsa dan negara. Salah satu “magnum opusnya” Negara Paripurna semakin mengukuhkan posisi tersebut,” kata Khatibul Umam dalam keterangannya, Jumat (8/6/2018)z

Baca juga :  Presiden Tabrak UU Jika Ingin Investasikan Dana Haji

Menariknya lagi, kata Khatibul Umam, Yudi yang berangkat dari pemikir keislaman yang concern pada ide pembaruan Islam, meneruskan gagasan Nurcholis Madjid, semakin menggenapi pikiran Yudi. Kombinasi pemikiran keislaman dan kebangsaan seolah menjadi simbol dialektika dalam pembahasan konstitusi indonesia di BPUPKI, Panitia Sembilan termasuk PPKI pada era menjelang Proklamasi  kemerdekaan.

“Mundurnya Yudi dari posisi Kepala BPIP, meski tak disebutkan imbas polemik soal gaji BPIP yang cukup tambun, publik sulit melepaskan dari latar tersebut,” ujarnya.

Advertisement

Perpres 42/2018 tentang Hak Keuangan BPIP telah menggerus signifikansi tujuan lembaga ini. 

“Bahkan sampai saat ini pemerintah gagal merasionalisasikan soal besaran gaji tersebut,” katanya.

Ada banyak analisa yang mengemuka bisa diajukan atas mundurnya Yudi Pertama Yudi tak hanya sekadar keluar dari Kepala BPIP tapi ia juga keluar dari lingkaran dalam Istana. Kedua kemundurannya sedikit banyak akan menimbulkan delegitimasi rezim ini.

“Mundurnya Yudi juga jadi semacam konfirmasi atas keadaan yg menunjukkan rapuhnya Lembaga-Lembaga disekitar presiden, sekaligus menjadi lampu kuning bagi kemerosotan pamor dan wibawa kepemimpinan Joko Widodo, sebagaimana sudah sering diperbiincangkan di kedai-kedai rakyat pinggir jalan,” ia membeberkan.

Kiranya dalam bahasa yang mudah dimengerti, Yudi itu orang yang tepat, di tempat yang tepat namun dalam situasi yang tidak tepat. Keputusan mundur Yudi harus kita apresiasi setinggi-tingginya, karena baru pertama kali di Indonesia pejabat setingkat Menteri mengundurkan diri karena institusi yang dipimpinnya dikritik secara tajam soal sistem penggajian.

“Semoga Presiden segera menemukan pengganti yang lebih baik, sebagai Kepala BPIP,” pungkasnya.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com