News

Program 1 juta Rumah Terkendala Harga Tanah Hingga Izin

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan beberapa tantangan penyelesaian program satu juta rumah. Salah satunya adalah harga tanah yang tinggi, terutama di daerah perkotaan.

Kedua, ialah masalah perizinan. “Perizinan di kabupaten/kota bervariasi. Ada yang bisa harian, tahunan, jam-jaman. Ada syarat yang sangat menghambat. Kita fokuskan regulasi ini,” ungkapnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Tantangan terakhir adalah penganggaran. Oleh karena itu, dia mengatakan pemerintah berupaya untuk menyiapkan berbagai macam skema pembiayaan pembangunan perumahan. “Ada beberapa skema. Seperti FLPP, diskon uang muka,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki menjelaskan pihaknya menargetkan akan membangun lebih dari 900.000 rumah di 2018. “Mudah-mudahan ini bisa tercapai, tapi minimum 900.000 bisa tercapai. Kalau tidak, berarti kinerja kita turun,” jelas dia.

Baca juga :  Pemerintah Kebut Pembangunan Bendungan di Sulsel

“2015 sekitar 600.000, 2016 sekitar 800.000 dan 2017 904.000 dan 2018 pastinya harus lebih naik,” tandasnya.

Seperti diketahui, realisasi program satu juta rumah yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang tahun 2017 mencapai 904.758 rumah. Capaian tersebut melebihi target yang ditetapkan di 2017 sebanyak 860.000 rumah.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com