News

‘Sejak Ada BPJS Kesehatan justru Malah Rumit Dibandingkan Sebelum Ada BPJS’

 

 

EDUNEWS.ID – Kinerja BPJS Kesehatan kembali menjadi sorotan Komite III DPD RI.

Konsep pelindungan kesehatan di Indonesia masih ambigu karena mencampuradukkan sistem jaminan sosial dengan asuransi. Akibatnya, kinerja BPJS Kesehatan sebagai institusi terdepan untuk menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional tidak berjalan memuaskan.

“Harusnya konsep perlindungan sosial kesehatan di Indonesia itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Jadi rakyat miskin kalau mau berobat sepenuhnya ditanggung oleh negara. Akibat konsep pelindungan sosial yang menggabungkan pola jaminan sosial dan asuransi, pengelolaan BPJS Kesehatan menjadi kacau balau,” jelas Sekjen Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) Patrianef dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komite III DPD RI di Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018).

Patrianef menyampaikan, konsep perlindungan sosial kesehatan di Indonesia seharusnya mengimplementasikan amanat pasal 34 UUD 1945.

“Akibat konsep yang pelindungan sosial jaminan kesehatan yang ambigu, program Jaminan Kesehatan Nasional sebagaimana amanat undang-undang menjadi tidak berjalan baik. Rumah sakit banyak merugi dan tidak berkembang, pasien tidak terlayani dengan baik, banyak perusahaan farmasi dan alat kesehatan tertekan,” ungkapnya.

Patrianef menambahkan, komitmen pemerintah menjalankan program JKN juga masih rendah. Hal tersebut dilihat dari minimnya APBN yang dialokasikan untuk bidang kesehatan hanya sekitar lima persen. Padahal, idealnya alokasi APBN untuk bidang kesehatan sebesar 10 persen.

Anggota DPD Muhammad Nabil mengakui jika BPJS Kesehatan telah gagal menjalankan program JKN. BPJS Kesehatan diibaratkannya punya semangat besar tapi tenaga kurang.

“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat sejak ada BPJS Kesehatan justru malah rumit dibandingkan sebelum ada BPJS Kesehatan,” tuturnya.

Senada, anggota DPD Chaidir Djafar menilai jika program-program BPJS Kesehatan telah banyak mengorbankan kepentingan pasien, dokter, rumah sakit dan perusahaan farmasi.

“Buat apa BPJS Kesehatan dipertahankan kalau keberadaannya justru mengorbankan banyak pihak,” ungkapnya.

rmo

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!