Nasional

Soal Ahok, Kader PMII Palas Sumut ini Sesalkan Pernyataan Ketua Umum PB PMII

Mukhsin Nasution

SUMUT, EDUNEWS.ID – Perkataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu mengundang pro kontra dan perdebatan dikalangan masyarakat. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Aminuddin Ma’ruf pun ikut angkat bicara terkait pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama dan menghina ulama serta memiliki konsekuensi hukum.

Amin mempertanyakan keputusan MUI terkait perkataan Ahok tersebut. Ia mengatakan bahwa Ahok sudah menyampaikan penyesalan dan meminta maaf ke publik. Sehingga kontroversi surat Al-Maidah 51 bisa dianggap selesai dan harus disudahi.

“Apalagi ? Bukannya dia (Ahok) sudah minta maaf ?‎, yasudah kita maafkan. Tuhan saja maha pemaaf kok,” kata Amin.

Baca juga :  Perilaku Ahok Menyimpang dari Nilai-Nilai Pancasila

Namun, ketika ditanyakan mengenai status hukum MUI yang selama ini selalu jadi rujukan umat Islam, Amin kemudian mengaitkannya dengan gelaran Pilkada DKI 2017.

“Sudah ah, saya tidak mau nanggapi soal Pilkada,” ujar Amin dilansir dari teropongsenayan, Senin (17/10/2016).

baca juga : Fatwa MUI Soal Ahok, Ini Beda Tanggapan HMI, KAMMI dan PMII

Menanggapi pernyataan Ketua Umum PB PMII tersebut, Mukhsin Nasution yang merupakan mantan Sekretaris Umum PMII Cabang Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara mengingatkan kepada Aminuddin Ma’ruf selaku Ketua Umum PB PMII agar jangan memberikan pernyataan yang dapat menjadikan umat Muslim merasa sakit hati.

Advertisement

“Saya selaku kader PMII mengingatkan kepada Ketua PB PMII agar jangan memberikan statement yang dapat menjadikan umat Muslim merasa sakit hati. Khususnya kader PMII di seluruh Indonesia, Cukuplah Nusron Wahid alias Nusron Purnomo yang menyudutkan agamanya dan para ulama,” ujarnya dalam rilis yang diterima edunews.id Senin (17/10/2016).

baca juga : Kader PMII Palas Sumut ini Sebut Nusron tidak Pantas Dianggap Sebagai Kader PMII

Mukhsin melanjutkan, meskipun Nusron pernah menjadi sebagai Ketua Umum PB PMII, dia tidak pantas dianggap sebagai kader PMII. Karena dia telah menodai organisasinya dengan ‘menabrak’ Nilai Dasar Perjuangan (NDP) PMII, Ahli Sunnah Waljamaah.

“Walaupun dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB PMII hasil Kongres Sumut Tahun 2000-2003 karna dia telah menodai organisasinya sendiri yang dia lupa Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII adalah Ahli Sunnah Waljamaah maka dari itu dia tidak pantas dianggap sebagai kader PMII. Lebih baik hidup dalam keadaan miskin dari pada hidup kaya menjadi penjilat apa lagi sampai menghina Al-Quran dan para Ulama,” tegas Mukhsin.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com