Nasional

Soal BPJS Kesehatan, Luhut Nilai Asuransi China Efisien

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Ping An Insurance, perusahaan asuransi asal China terpilih untuk membantu evaluasi sistem teknologi informasi (TI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena dianggap paling efisien.

Sebelumnya, Luhut mengisyaratkan sistem TI BPJS Kesehatan lemah, tercermin dari tidak patuhnya peserta dalam membayarkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ping An Insurance menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem TI BPJS Kesehatan. Pada tahap selanjutnya, perusahaan yang memiliki aset grup mencapai US$1,3 triliun itu berniat memperbaiki kelemahan teknologi badan asuransi pemerintah tersebut.

“Mereka tidak jualan hardware, hanya software yang sudah dipakai di 282 kota di China, salah satu perusahaan yang paling efisien di China,” kata Luhut kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/8/2019).

Baca juga :  Panwaslu, Satpol PP, Linmas, Polri dan TNI Surabaya Terbitkan Ribuan APK

Dia bercerita, pada mulanya Luhut berkenalan petinggi Ping An di Shenzen, China sebulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, pihak Ping An menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan persoalan sistem BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, lembaga asuransi terbesar di China itu juga menyampaikan minat untuk berinvestasi di Indonesia.

Dalam perkembangannya, Luhut mempertemukan representatif Ping An Insurance Asia yang berbasis di Singapura dan BPJS Kesehatan pada Jumat (23/8/2019) lalu.

“Mereka bilang tidak mau dapat apa-apa di Indonesia, tahun lalu (laba) US$15 miliar, bilangnya saya senang saja di Indonesia. Sebelumnya dia sudah masuk di Indonesia, finansial di proyek baterai litium di Morowali,” ucap Luhut.

Ping An Insurance Co, Ltd. didirikan di Shekou, Shenzhen, pada 1988. Ping An Insurance merupakan subsidiari dari PA, holding jasa keuangan asal China. Grup ini adalah perusahaan asuransi pertama di China yang mengadopsi struktur kepemilikan saham. Perusahaan mengembangkan jasa keuangan pribadi dengan tiga bisnis inti yakni, asuransi, perbankan dan investasi. Saham Grup perusahaan yang memiliki 1,6 juta karyawan itu terdaftar di Bursa Efek Hong Kong dan Bursa Efek Shanghai.

Baca juga :  Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang

Anak perusahaan Ping An mencakup seluruh spektrum layanan keuangan, antara lain Ping An Life, Ping An Property & Casualty, Ping An Annuity, Ping An Health, Ping An Bank, Ping An Trust, Ping An Securities, dan Ping An-UOB Fund.

Khusus untuk divisi Asuransi, Ping An Insurance merupakan perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar mencapai US$180 miliar. Perusahaan juga dikenal menjadi pelopor penerapan teknologi artificial inteligence dalam bidang asuransi.

Ping An memperluas usahanya dengan layanan via online (financial technology/fintech) dan mencatat sekitar 403 juta pengguna.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengakui salah satu permasalahan BPJS Kesehatan ialah terkait kolektibilitas iuran.

Baca juga :  Perkenalkan Korsupgah, KPK Datangi Mapolda-Kejati Sumsel

Fachmi, kata Luhut, berharap pemerintah melakukan upaya penegakan hukum untuk mendorong kepatuhan peserta. Misalnya, faktor kepatuhan iuran digunakan sebagai syarat bagi masyarakat memperoleh layanan publik.

Menurut dia, perbaikan kolektibilitas seharusnya bisa membantu perbaikan arus kas BPJS Kesehatan agar layanan kesehatan BPJS Kesehatan tetap berjalan maksimal.

Sebagai catatan, per 30 Juni 2019, kolektibilitas iuran terendah dicatat oleh kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sebesar 94,04 persen dan penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah sebesar 89,03 persen.

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com