Ekonomi

Sri Mulyani Buka-buakan Soal Anggaran 75 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Sri Mulyani, Menteri Keuangan

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan soal anggaran sebesar Rp 75 triliun untuk penanganan virus corona Covid-19.

Menurut Sri Mulyani, besarnya anggaran ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah menangani corona. Bahkan ia menyebut tanpa kesehatan tidak akan ekonomi. Itulah sebabnya ia telah terlebih dahulu mengunci anggaran sebesar Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan.

“Tidak ada trade-off antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya ibarat bayi kembar siam yang tidak dapat dipisahkan. Itu sebabnya, pada saat terjadi pandemi, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp 75 triliun khusus untuk kesehatan/ penyelamatan masyarakat dari Covid-19”, tulis Sri Mulyani dalam akun Instagramnya (@smindrawati), dilansir Ahad (24/5/2020).

Baca juga :  Prabowo Sedih Indonesia tak Jadi Peserta Piala Dunia

Adapun sebelumnya pemerintah menjelaskan dana ini digunakan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan, serta pembelian alat-alat kesehatan prioritas seperti test kit, reagen (bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa dipakai untuk mengetes darah), ventilator, hand sanitizer, dan lain-lain sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Selain itu, anggaran puluhan triliun tersebut juga digunakan untuk mengupgrade 132 rumah sakit (RS) rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, termasuk Wisma Atlet Kemayoran.

Selanjutnya untuk insentif dokter spesialis sebesar Rp 15 juta/bulan, dokter umum Rp 10 juta/bulan, perawat Rp 7,5 juta/bulan, dan tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta/bulan. Bagi tenaga medis yang gugur pun diberi santunan kematian sebesar Rp 300 juta.

Baca juga :  Berikut Tips Agar Tidak Kesiangan Bangun Sahur

Selain bantuan di bidang kesehatan, pemerintah juga mengucurkan dana sebesar Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta Rp 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional. Totalnya, pemerintah menggelontorkan dana Rp 405,1 triliun untuk memerangi pandemi ini.

Bahkan baru-baru ini Presiden Joko Widodo telah mengurangi anggaran di beberapa kementerian dan lembaga demi penanganan pandemi Covid-19. Hal ini ditandai dengan ditetapkannya Perpres RI Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020 (cnbc)

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com