Nasional

Tantang Kemenkes Buka Data Soal Anggota KPPS Meningga, Fadli Zon: Apa Sesungguhnya Terjadi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menantang Kementerian Kesehatan untuk membuka data penyelidikan mereka terkait kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Ia menilai kematian itu bersifat tak wajar dan harus diungkap penyebabnya.

“Jadi dari Kemenkes itu dibuka dong, sakit apa, keluarganya siapa, jadi kita bisa tahu apa yang sesungguhnya terjadi,” papar Fadli saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Mei 2019.

Dari hitungan Fadli, jumlah petugas KPPS yang meninggal mencapai 600-an orang. Ia menilai jumlah tersebut terlalu besar untuk diabaikan begitu saja oleh pemerintah.

“Kalau ini tidak dilakukan (penyelidikan), orang akan bertanya dan akan menjadi pertanyaan terus-menerus apa yang sebenarnya terjadi,” ucap Fadli.

Baca juga :  Setelah 11 Tahun Meninggal, Jenazah Pria Baru Ditemukan di Apartemen

Politkus Partai Gerindra itu mengaku belum pernah mendapatkan laporan dari Kemenkes bahwa mereka telah menyelidiki kasus ini. Jika memang telah melakukan penyelidikan, ia menantang Kemenkes membuka datanya.

“Jangan hanya ngomong doang mana bukti-buktinya. Kalau misalnya Kemenkes bisa membeberkan 2/3 saja dari 600 orang yang meninggal ini, ya, saya kira itu akan bisa masuk akal,” ujar Fadli.

Belakangan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek telah membuka hasil laporan di kementeriannya. Hasilnya ditemukan bahwa 51 persen petugas KPPS meninggal karena kardiovaskuler. Di antaranya, jantung, stroke, dan hipertensi. Kematian tertinggi kedua adalah asma dan gagal pernapasan.

Kemudian kematian tertinggi ketiga sebesar 9 persen karena kecelakaan. Sisanya karena diabetes, gagal ginjal, dan liver. Dari data yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum, jumlah petugas KPPS yang meninggal setelah Pemilu pada 17 April 2019, 485 meninggal dan 10.997 petugas sakit.

Baca juga :  OJK Sebut Tidak Ada Alat Anti Skimming

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!