News

Tayangan Asusila di Gawai Para Pelajar Sukabumi Meresahkan

SUKABUMI, EDUNEWS.ID – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, mendesak agar pemerintah dan polisi segera meminimalisir peredaran tayangan asusila di telepon genggam para pelajar.

Tayangan yang disimpan di gadget para pelajar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perilaku para pelajar. Apalagi tayangan orang dewasa dan aksi kekerasan dapat memicu duplikasi yang dilakukan para pelajar.

Tayangan tersebut, tidak hanya bersifat adiktif yang membuat ketagihan untuk terus menerus di tonton. Tapi akan merusak mindset yang akhirnya data merusak moral para pelajar tersebut

“Maka diperlukan segera meminimalisir terus beredarnya tayangan gambar asusila dan kekerasan di telepon genggam para pelajar,” kata Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti

Baca juga :  Lansia dan Difabel di DKI akan dapat Rusun Gratis

Dari data P2TP2A Kabupaten Sukabumi kasus kekerasan hingga disertai perkosaan terhadap anak hingga awal Desember 2017 kini telah mencapai 43 kasus dengan korban mencapai 51 orang. Bahkan September lalu, kasus yang mengenaskan tidak hanya menimpa anak perempuan.

Tapi kasus cabul menimpa anak laki-laki dibawah umur. Mereka menjadi korban cabul yang dilakukan orang dewasa. September lalu sana, kasus kekerasan yang disertai pencabulan mencapai 5 kasus dengan korban 11 orang,

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak mengalami kenaikan setiap tahunnya. Peningakatan kasus kekerasan seksual ini meningkat karena semakin mudahnya anak-anak mendapatkan informasi negatif. Di antaranya berasal dari konten asusila dari perangkat handphone (HP) maupun internet,” katanya.

Baca juga :  Awas, Pelaku Tawuran akan Dikandangkan di Rindam Jaya

Elis Nurbaeti mengatakan meningkatkan kasus tersebut semakin mengkhawatirkan dan harus cepat ditanggulangi. Bila tidak cepat dialkukan kemungkinan korban anak-anak akan terus bertambah. Polisi dan pemerintah harus konsisten terus menerus merajia telepon genggam milik pelajar tersebut.

“Perlu ada langkah-langkah nyata meminimalisir langkah pencegahan. Terutama merajian dan menghapus konten gambar film asusila dan kekerasan di HP para pelajar,” katanya.

Areal kekeresan

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Susatyo Purnomo Condro mengatakan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan langkah pencegahan. Termasuk melakukan rajia telepon genggam para pelajar secepatnya.

“Secepatnya, kami akan melakukan tindakan tegas termasuk merajia telepon genggam milik para pelajar,” katanya.

Baca juga :  Jokowi Bilang Kondisi Indonesia Mirip Era Kebangkitan Korea Selatan

Selain itu, kata Susatyo Purnomo Condro, petugas akan dikonsetrasikan dibeberapa titik rawan tindakan kekerasan para pelajar. Areal kekerasan yang digunakan lokasi pelajar terlibat tawuran akan disiagakan personil kepolisian.

“Memang ada lokasi areal yang digunakan para pelajar terlibat tawuran. Sukabumi memang tingkan kekerasan antar pelajar cukup tinggi, ada lokasi yang digunakan pelajar untuk melukasi pelajar lainnya,” katanya.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!