Hukum

Terduga Pelecehan Seksual di Kampus UII, Grafolog Ungkap Fakta ini

Ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Saat ini sedang ramai diperbincangkan kasus pelecehan seksual yang menyita sorotan publik terlebih dunia perkampusan. Mendadak nama Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) viral karena salah satu alumninya menjadi bahan pembicaraan publik, Ibrahim Malik.

Ibrahim Malik (IM) merupakan mahasiswa berprestasi dari kampus UII yang saat ini dikecam oleh banyak pihak karena dituding melakukan pelecehan seksual.

Menurut kabar yang beredar tak kurang dari 30 Mahasiswi yang sampai saat ini masih dirahasiakan identitasnya menjadi korban pelecehan seksual oleh Ibrahim Malik.

Pada tanggal 29 April 2020, Ibrahim Malik mengunggah tulisan tangannya di media sosialnya yaitu Instagram @_ibrahimmalik_ menuliskan klarifikasinya kepada publik didalamnya menjelaskan permohonan maaf karena baru saja mengetahui kabar yang ditudingkan kepada dirinya.

Baca juga :  DPR Minta Kemendikbud 'Geber' Deradikalisasi di Sekolah

Pada tulisannya disebutkan bahwa dirinya juga kaget dan terpukul dengan pemberitaan yang beredar saat ini, dirinya seperti mendapatkan serangan fajar yang mengarah pada dirinya (Character Assasination) yang memukul hatinya.

Ibrahim Malik juga menjelaskan siap bertemu dengan orang yang merasa dirugikan olehnya dan mempersilahkannya untuk menempuh jalur hukum agar mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.

Perlu kita ketahui bahwa Ibrahim Malik saat ini sedang tidak berada di Indonesia namun tengah menempuh pendidikan S2 di Melbourne, Australia.

Advertisement

Grafolog certified USA, Kartika Kharismawaty, M.Pd. CMHA, mencoba untuk menganalisis tulisan tangan yang dibagikan oleh Ibrahim Malik di media sosial Instagramnya.

Menurut Kartika, dari hasil analisis yang dilakukannya, jika Ibrahim malik adalah seseorang yang sangat komunikatif.

“Penulis merupakan seseorang yang memiliki komunikasi yang baik, talkactive, dan cukup memperhatikan hal-hal detail dalam aktivitasnya” kata Kartika ke edunews.id, Ahad (10/5/2020).

Namun, kata Kartika, juga ditemukan tanda tulisan bahwa Ibrahim Malik memiliki kegelisahan dan kebingungan yang tinggi.

“Penulis ditemukan banyak tanda yang artinya bahwa penulis memiliki ego untuk mengubah suatu keadaan demi kepentingan dan keuntungannya sendiri” beber Kartika.

Selain itu, Founder Kharisma.Education ini menjelaskan juga terdapat tanda tulisan bahwa penulis sebenarnya orang yang khawatir dan takut apabila mendapatkan ejekan dan kritikan oleh publik.
“Sehingga cara yang ia lakukan adalah pergi menjauh dari publik tersebut,” kata Kartika.

Tersiar kabar bahwa Universitas Islam Indonesia tengah menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Ibrahim Malik dan telah mencabut gelar mahasiswa Berprestasi dari Ibrahim Malik semenjak kasus ini merebak ke publik. (rls)

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com