Hukum

Tim Hukum 01 Akan Tolak Gugatan 02 Versi Perbaikan, Ini Alasannya

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Tim hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan menolak memberikan jawaban jika hakim memutuskan untuk menerima berkas permohonan yang telah diperbaiki tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tim hukum Jokowi menilai perbaikan tersebut menyalahi aturan.

“Tentu kami akan menolak itu. Oleh karena berdasarkan peraturan-peratutan yang dibuat MK sendiri. Itu terhadap permohonan sengketa pilpres itu tidak boleh ada perubahan. Kecuali perubahan-perubahan typo atau yang tidak substansial,” kata ketua tim hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat (14/6/2019).

Yusril menilai, perbaikan permohonan itu sangat berbeda dengan pemohon awal yang diajukan kubu Prabowo. Menurutnya, perbaikan itu sama saja dengan membuat permohonan baru.

Baca juga :  Pemerintah Diminta Buka Dokumen Kelam 1965

“Ini saja jumlah halaman yang pertama cuma 33 halaman, yang sekarang ini 130 lebih. Berarti naik 4 kali lipat. Kemudian petitumnya itu yang awal cuma 5 sekarang jadi 15. Ini menurut kami bukan perbaikan tapi sudah permohonan baru sama sekali,” paparnya.

Yusril juga mengatakan pihaknya sudah menyiapkan jawaban untuk gugatan yang diregister tanggal 24 Mei 2019. Namun dia heran karena tim Prabowo membacakan berkas yang lain.

“Yang sudah kami siapkan itu tanggapan jawaban atas pemohon tanggal 24 Mei tapi tadi kan pak ketua mengatakan silahkan membacakan pokok-pokok permohonan bertolak dari permohonan 24 Mei. Kata-kata ‘bertolak dari’ itu agak rancu bagi kami. Karena ketika dibacakan justru adalah permohonan yang baru sama sekali. Nah ini mana yg harus kami jawab?,” tuturnya.

Baca juga :  CBA : KPK Harus Panggil Kemen PUPR Basuki Hadimuljono

Sebelumnya, tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga Uno membacakan gugatan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Saat membacakan gugatan, tim kuasa hukum membacakan gugatan versi perbaikan.

Sidang gugatan berlangsung pukul 09.00 WIB, di ruang sidang utama Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Pembacaan gugatan dibacakan oleh ketua tim kuasa hukum pemohon, Bambang Widjojanto.

“Kami meyakini Mahkamah Konstitusi (MK) akan senantiasa terus meninggikan marwahnya sebagai Mahkamah Keadilan yang tidak hanya berkutat menyelesaikan perselisihan pemilu tetapi juga berupaya kuat untuk memberikan rasa keadilan,” ucap BW saat membacakan gugatannya.

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!