Internasional

Truk Listrik tanpa Pengemudi Memulai Beroperasi di Swedia

SWEDIA, EDUNEWS.ID – Seperti pasukan berhelm putih galaksi dalam Star Wars, satu truk listrik tanpa pengemudi pada Rabu memulai pengiriman barang setiap hari di jalan umum di Swedia.

Proyek perintis tersebut digambarkan oleh perusahaan pengembang Einride dan pelanggan logistik DB Schenker sebagai yang pertama di dunia.

Robert Falck, CEO Enride Swedia, mengatakan perusahaan tersebut sedang mengadakan pembicaraan kemitraan dengan pemasok utama guna membantu meningkatkan order produksi dan pengiriman, dan perusahaan itu tidak mengesampingkan hubungan masa depan dengan pembuat truk berukuran besar.

“Izin jalan umum ini adalah tonggak sejarah besar … dan menjadi langkah untuk komersialisasi teknologi otonomi di jalan,” kata mantan pejabat pelaksana Volvo tersebut kepada Reuters.

Baca juga :  Minta Ditambah, Saut Situmorang Sebut Anggaran KPK 800 Miliar Tidak Sebanding Awasi Uang Negara 2.200 Triliun

“Karena kami adalah perusahaan pertama perangkat lunak dan beroperasi, kemitraan dengan satu perusahaan pabrikan adalah sesuatu yang kami pandang sebagai inti untuk maju,” tuturnya.

Ia menambahkan ia berharap bisa mencapai kesepakatan paling lambat tahun depan.

Falck mengatakn Einride, yang penanam modalnya meliputi mantan pemimpin perusahaan truk Daimler Asia –Marc Listosella, juga mendekati penanam modal untuk kegiatan penanaman modal yang sedang dilancarkan, Series A. Proyek tersebut mulanya bernilai 10 juta dolar AS.

Aliansi otomotif sedang naik untuk memikul biaya teknologi otonomi dan listrik. Ford telah berikrar akan menanam modal 500 juta dolar AS pada perusahaan perintis AS bidang pemanfaatan truk, Rivian.

Baca juga :  Fadli Zon dan Fahri Hamzah Ikut Reuni Alumni 212

T-Pod Einride berbobot 26 ton, jika penuh barang, dan tidak memiliki ruang pengemudi, yang diperkirakan mengurangi biaya operasi beban jalan sampai 60 persen dibandingkan dengan truk diesel yang memiliki pengemudi.

Selain Schenker, Einride menerima order dari perusahaan perdagangan Jerman, Lidl, perusahaan pengiriman barang Swedia, Svenska Retursystem, dan lima perusahaan eceran Fortune 500, sehingga membuka jalan bagi ambisinya untuk memiliki 200 kendaraan yang beroperasi sampai akhir 2020.

Para operator pengiriman barang menghadapi tekanan untuk mengurangi waktu pengiriman, memangkas gas buangan dan terus menghadapi kekurangan pengemudi.

Schenker mengambil Einride dari pembuat truk kenamaan saat T-Pod melampaui dua transformasi sektor terbesar: digitalisasi dan listrik, kata CEO Jochen Thewes.

Baca juga :  Pasang Saham di Pasar Modal jadi Solusi Ketimpangan Ekonomi

“Kami percaya bahwa Einride adalah konsep terbaik yang ada untuk saat ini,” ujarnya.

Sumber: Reuters

ant

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com