News

UMP DKI Hanya Naik 8,25 persen, Buruh Kecam Keputusan Ahok

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Buruh Jakarta mengecam dan menolak keras keputusan Gubernur Basuki Tjahaja Puranama atau Ahok yang menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar Rp 3,35 juta atau hanya naik 8,25% dengan menggunakan PP No 78 tahun 2015 yang bertentangan dengan UU No 13 Tahun 2003 Pasal 88 dan 89.

Terkait keputusan UMP tersebut, buruh Jakarta akan melakukan perlawanan dengan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Selain melalui jalur hukum, buruh juga akan melakukan kampanye bahwa Ahok adalah Bapak Upah Murah.

Jika dibandingkan dengan Provinsi Aceh yang menaikan UMP sebesar 20 persen, buruh menganggap bahwa keputusan Ahok yang hanya menaikkan UMP 8,25 persen adalah yang tidak masuk diakal.

Baca juga :  Pemprov DKI Tak Cabut Izin 4 Pulau Reklamasi, Ini Alasanya

“Mana mungkin biaya hidup di DKI Jakarta lebih rendah dari Aceh. Oleh karena itu, buruh tetap menuntut UMP DKI Jakarta 2017 Sebesar Rp 3,831 juta sesuai hasil survei KHL,” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dalam siaran persnya, Minggu (30/10/2016).

Buruh juga menilai keputusan UMP DKI Jakarta tersebut cacat hukum.

“Tanggal 26 Oktober yang lalu sudah dilantik Plt Gubernur DKI Jakarta dan 27 Oktober Gubenur Ahok malah menetapkan UMP.  Itu artinya, ada 2 pejabat dalam 1 keputusan,” jelasnya.

Buruh Jakarta menganggap Ahok adalah “Si Mulut Besar dan pembohong” karena selalu mengatakan kepada media bahwa dia tidak akan memutuskan UMP 2017.

Baca juga :  2 November, Buruh Rencana Gelar Aksi Serentak

“Gubernur Ahok pembohong,” tegas Said Iqbal.

Said Iqbal menjelaskan dengan UMP Rp 3,35 juta pada 2017, itu akan makin menghimpit kehidupan buruh. Iqbal juga menilai, sungguh aneh keputusan Gubernur Ahok ini. Tahun 2017 UMP DKI Jakarta sebagai ibukota dan barometer ekonomi RI hanya Rp 3,3 juta berarti lebih murah dari UMK Karawang Rp 3,3 juta dan Bekasi Rp 3,2 juta, itu pun di tahun 2016. Apalagi jika dibandingkan upah minimum di Manila Rp 4,2 juta, Kualalumpur Rp 3,2-3,7 juta, Bangkok Rp 3,9 juta, itu pun di tahun 2016.

“Buruh Jakarta akan melakukan aksi besar-besaran mogok kerja untuk menyetop produksi di seluruh kawasan industri, dan pada 4 November ini akan aksi ribuan buruh di  balaikota menolak UMP DKI Jakarta. Dan selamat datang bapak upah murah. Buruh akan mensosialisasikan kepada hampir 1 juta buruh Jakarta yang punya hak pilih, jangan pilih bapak upah murah sebagai Gubernur 2017-2022,” pungkasnya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com