Nasional

Wacana Menteri dari Kaum Milenial Dinilai Politis

KUPANG, EDUNEWS.ID – Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Bataona mengatakan, wacana menteri dari kaum milenial sangat politis.

“Soal kabinet kali ini yang harus berisi anak muda milenial, saya kira itu sangat politis, karena bisa saja menteri dari generasi tua yang memahami jiwa milenial atau bisa saja memang menterinya dari kalangan anak muda,” tutur Mikhael Bataona kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan wacana menteri dari kaum milenial yang akan mengisi kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf Amin lebih tahun ke depan.

Menurut dia, hal yang paling penting adalah Jokowi tidak boleh tunduk pada tekanan partai politik dalam menyusun kabinet kerja lima tahun ke depan.

Baca juga :  Ekspansi Tambang Kerap Korbankan Masyarakat Adat

“Jika Jokowi tunduk pada tekanan partai politik, maka secara langsung Jokowi sudah mengorbankan martabatnya, sebagai seorang presiden di negara dengan sistem presidensial,” ucap Mikhael Bataona.

Pandangan sedikit berbeda disampaikan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi yang mengatakan, langkah Jokowi merekrut kaum milenial dalam kabinet merupakan keputusan yang berani bahkan melawan arus.

“Ini hanya bisa dilakukan ole pemimpin yang nekat tanpa memperhitungkan risiko,” ujarnya.

Artinya, jika Jokowi mampu mewujudkannya maka akan tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin yang selalu berpihak pada kaum milenial, dan Jokowi bukan hanya melempar wacara namun mampu mempraktikannya, katanya menambahkan.

Presiden sebut Pramuka mampu tangani persoalan terkini

Baca juga :  Ada Laporan Warga yang Menyebut Kapolda Sumut Tidak Netral Saat Pilkada

 

ant

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com