Puisi

Puisi : Hujan

Kutunggu riciknya, ketika awan mengental menjadi tinta.

Jatuh berkubang kenangan, siut seruling langit berkelakar pilu.

Teriak parau tak lagi terdengar, aku berdiri di jendela.

Mengetuk daun yang jatuh, telingaku berdenting kata­kata pukau.

Hanyut di atas genangan rindu, semesta berlalu tanpa mengirim salam.

Advertisement

Hari mungkin telah berlalu, namun hati tetap remang.

Ketulusannya jatuh tanpa rontah, nyala kata, padam, tanpa abu.

Hujan melirik sumbu kehidupan, Ada kepulangan yang harus dicari.

 

*Sampean

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com