Puisi

Puisi : Kamu Seribu Kenangan

Kembali aku harus belajar melangkah, mengarungi debu. Meniti di titian senja. Ada seribu rasa yang harus aku kenang. Menghapus diingatanku bukan soal waktu. Tapi, hadirmu dibayang-bayang bunyi genta.

Sepercik ingatan padamu, separuh hidupku melayang. Terbang bersama kunang-kunang. Merantau dibalik jendela dedaunan. Mengintip rasa yang tak terperikan.

Daun senja nanar ditepian pantai, terus tergerus ombak. Kekuatan bertahan mencintaimu, keihklasan tuk tidak melupakanmu. Ingatanku boleh luput.

Dirimu boleh tiada. Tapi, jejakmu dipelupuk mataku bersemayam di setiap sajak tatapanku. Aku berkelana mencumbu wanita-wanita, hatiku tak lekas melepasmu dari wanita-wanita itu. Namamu selalu ada di nadi nafasku..

Kamu boleh pergi seribu tahun, aku memiliki seribu ingatan tentang dirimu. Air mataku boleh tertiris menumbruk kesedihan, perjalanan tidak boleh berhenti.

Advertisement

Aku mampir dipersimpangan menemui segumpal wajah suram. aku tak bisa takluk dari aurora pinangan cinta yang datang silih berganti.

Kuhajatkan hidupku,tak mengenangmu. Itu pembunuhan jiwaku. Belatimu terus mengirisku, cintai yang selalu kamu ingkari.

Aku boleh saja ingkar dan beranjak pergi. Aku tak pernah lakukan itu. Setiap langkahmu terus aku ikuti.

Jika kamu terjatuh, kubantu dirimu berdiri. Setelah itu, kamu boleh mengusirku. Tapi, aku harus menjaga seribu ingatan, agar kamu lekas sampai pada pengharapanmu.

Biarkanlah, aku berurai air mata, mengenangmu seribu ingatan.

Kamulah pemilik cintaku.

(Pian)

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com