Puisi

Puisi-puisi Sampean

Tangga Cinta

 

Kekasih yang belum pernah aku temui

Masihkah engkau di sana

Melamun

Serupa gadis yang tertelungkup di atas kasur

 

Aku mencarimu menari bersama rindu

Jauh lebih sulit mengitari purnama yang lalu-lalu

Menyelam dengan hati yang hitam

Menjelma mata malam dengan kedatanganmu yang mungkin

 

Aku berlari

Berjalan

Berputar

Berhenti sejenak mengusap peluh yang jatuh

mencecap pahit tungkai fajar

tidak sedikit kuhibahkan untukmu

menggenggam senyum yang tak pernah ada

Biarkanlah jiwaku mati dalam jiwamu

Sebab jiwaku adalah jiwamu

 

 

 

 

Jingga Hilang Di Kelopak Matamu

 

Remukkanlah rindumu sebisamu

Hingga jalan di depanmu terbentang untuk menemuiku

Baca juga :  Kepadamu Laki-laki Penggenap Imanku

Sesekali rindu ku kirim lewat senja di pucuk langit

Akhir-akhir ini tak jua sampai

Balasan rindu yang bersulang kenangan

Aku titipkan pada jingga

 

Sayang, jingga hanya menertawaiku

Lalu ia berkata

“Simpan rindu, di daun matamu,

kelak kekasihmu datang menjemputmu

sebab, aku sudah lelah menembus awan gelap

Advertisement

cahayaku tak nampak lagi untuk mengobati rindu kekasihmu

mungkin, di suatu sore kita akan bertemu di tempat lain

seperti yang sudah-sudah. Di sini tidak memungkinkan

di antara pancak rumah yang sedang berbaris dan berimpit”

 

dibalik kesedihan yang menguncup, ada debar rindu ingin pulang

menemuimu dan mengecup keningmu di sela kehilangan jingga

rinduku tak bisa ditakar lagi

 

(Bogor,  04 September 2016)

 

 

Sampean, Alumni Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com