Puisi

Puisi: Rumah Dongeng

Oleh: Sampean*

Lihatlah ! anak-anakku
Betapa girang hujan jatuh dari pelupuk mata Tuhan
Ia berlari di atas rumah-rumah yang berbaris rapi
Riciknya bernyanyi mendayu di telinga
Betapa rindu ia dengan alunan cinta
Semesta berkabung
Masih adakah jiwa-jiwa yang hidup?
Ketika cangkul-cangkul sedang terkapar
Sapi-sapi meringis lapar
Kuda bersimpuh minta hujan
Tahukah! kamu anakku
Negeri ini, dulu paru-paru dunia
Nyiur melambai
Negeri ini pula seribu deburan ombak
Anak-anakku Itu hanya tinggal dongeng, puisi, dan doa
Di negeri ini
Hujan
Panas
Dingin
Bukan lagi anugerah tapi musibah
Anggap saja itu kita

Advertisement

Sampean. Alumni Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Makassar.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com