Puisi

Puisi : Tikus Menggigil

Ia sendirian penuh curiga, ketika tapak bercebur genangan.

Ia korban kebodohan masa lalu, ketika buku dilahap Api.

Ia hanya makan di sisa waktu yang terbuang, ketika kasih lenyap bersama darah.

Hidupnya samakin kusut, makanan semakin susut.

Berapa tahun harus menunggu, air bah akan surut.

Apa tikus itu, harus mati menggigil di sudut rumah kita.

 

*Sampean

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com