Puisi

Puisi: Tualang Patah

Oleh: Aditya Rizqi Labib Majdi*

Kunamai aku tanah yang goyah
Tak ada bahu untuk bersandar
Tak pula ada tangan untuk ku genggam

Langkah kaki yang hampa
Ketukan sepatu yang pelan, nada-nada yang tak beraturan
Membawaku pada sebuah penantian

Sebut saja aku manusia penuh resah
Tualang yang hilang arah dan patah
Menunggu dirimu begitu gelisah

Hingga akhirnya ku membusuk di perjalanan
Yang kudapati hanya pahitnya kenyataan
Tersiksa akan hati yang tak juga memberi jawaban
Kini ku sadar, bukan aku orang yang ingin kau dapatkan.
Aditya Rizqi Labib Majdi, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!