Puisi

Puisi : Untuk Saudariku, Pesan Cinta Valentine

 

Ukhtiku…
Izinkan ukhtimu berkisah dalam tapak cerita.
Tak kumaksudkan untuk mengusik duniamu, mencampuri urusanmu, atau bahkan
mengumbar aibmu.
Hanya saja,
Ini wujud peduliku akan dirimu, atas cinta yang terlahir lewat imanku.

Ukhtiku .,
Aku bukanlah ia yang sempurna, bukan pula cantik jelita.
Ukhtiku .,
Aku tidaklah dijamin masuk surga, tidak pula bebas neraka
Kalaulah aku begitu,
Maka jangan !!!…
Jangan anggap aku Mumtazah disaat mengingatkanmu
Kumohon jangan !!!..,
Jangan anggap aku sholehah disaat menegurmu
Jangan anggap aku ustadazaah disaat menasehatimu
Karena aku, hanyalah ukhtimu
yang tak ingin engkau jatuh pada lembah yang sangat jauh

Ukhtiku ,..
Lewat narasiku kusiratkan peduliku
Lewat tulisanku kuberitakan inginku
Lewat ceritaku kuayunkan maklumat padamu
Bahwa aku ingin bersaudara, lewat bingkai ukhuwah islamiyah

Ukhtiku .,
Ingin kusampaikan bahaya keadaan lewat narasiku
Agar engkau tahu, larik cerita dukaku melihat kebiasaanmu.

Ukhtiku .,
Engkau wanita istimewa dan sangat berharga
Maka jangan berharap pada lelaki yang mudah mengumbar rasa harap.

Ukhtiku ,.
Engkau wanita taat dan beradab
Maka jangan berikan sebelum ada ikatan yang mengikat

Ukhtiku.
Kau dicipta dengan banyak beda
Maka jangan terlena rayuan nista

Ukhtiku.,
Ibaratkann dirimu mutiara di dalam cangkang
Yang tidak semua orang bisa mengambilnya
Dan bukan sembarang orang yang akan memilikinya

Ukhtiku .,
Kau dicipta dengan tabiat terjaga
Maka jangan berharap pada ia yang tak menjaga

Ukhtiku.,
Ibaratkan dirimu sebuah emas di dalam kaca

Yang tidak sembarang orang bisa menyentuhnya
Dan tidak semua orang bisa mengambilnya

Ukhtiku .,
Apakah engkau tahu?
Gombalan yang diguyonkan oleh lelaki tak bertanggungjawb kini bertebar di pasaran?
Ungkapan sok puitis mencengkram seperti macan yang ingin menerkam?
Maka, berhati – hatilah pada ungkapan yang seolah menampakkan kejujuran.

Ukhtiku..,
Bersiaplah pada modus yang akan kau hadapi
Dari lelaki yang berpikir seperti babi
Karena ia hanya ingin menikmati.
Lantas pergi dengan berlari.

Ukhtiku.,
Dengarlah ukhtimu ini
Meski ia dihimpit dosa dan kesalahan
Namun jiwanya terbangun lewat kesadaran.

Ukhti al – mahbubah
Lentera dosa lebih mendominasi dalam kisah setiap perjalanan
Maka jiwa harus menyeruak dengan kuat untuk bebas dari kemaksiatan

Ukhti al – karimah
Engkau adalah ia yang patut disayangi dalam menjalani hari
Bukan pada event sehari

Valentine, ia valentine..
Sebuah istilah yang tenar dikalanagn remaja
mereduksi seperti baja di otak para remaja

Valentine .,
Modusnya kasih sayang, isinya kemaksiatan
Dosanya kebanyakan ruginya sampai kuburan

Valentine
Berawal ketemuan berakhir hilangnya keperawanan

Ukhtiku
Pernahkah engkau melihat sekitarmu dengan hatimu?
Waktu yang terus berlalu dengan usiamu, dosamu yang terus bertambah karena maksiatmu
Berhati – hatilah.,

Baca,   Puisi Muklis Adi Saputro

Penulis : Dian Rahmana Putri

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!