Puisi

Ramadhan Hitam

 

 

Oleh : Widia Pangestu*

PUISI, EDUNEWS.IDMalam ini telah kubabat noda rindu

Seribu kelam luntur dalam lautan hitam

Dan aku bercumbu di separuh malam

Hei….! Maukah kamu bernyanyi

Seribu Aksara, Seribu Bait dalam tiga puluh malam

Di malam pertama, aku menyeruput alunan desahmu

Di malam ke lima belas, aku meramu nikmatmu

Di malam ketiga puluh, aku menimang anak-anakku

Tuhan! Maafkan aku yang suka mengibul

Mengaduk dosa dan kebaikan di cangkir kehidupan

Sekarang, Engkau mengajakku

Bermain-main rasa di Bulan kendurimu

Tak ada batas bercinta menikmati rasa

Engkau mengajakku berpesta di separuh malam

Mengecupmu dengan doa-doa

Bercumbu dengan tegakan takbir

Bergumul dengan ayat-ayatmu

Tuntas sudah aku tunaikan hajatku

Lantas aku beriman Tuhan?

Widia Pangestu, Penyair Tanpa Tubuh yang tak Berumah

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!