Buku

Kekuatan Di Balik Autisme

Oleh: Iin Dwi Setiawan

 

Menceritakan tentang anak yang menyandang penyakit autis yang bernama Wildan dan Ibunya yang selalu menemani segala kegiatannya.

 

Wildan Rizqya Lazuardi, adalah anak laki-laki lahir pada tanggal 10 Februari 1996 Kota Batu, dengan bobot 2.5 kg. Perkembangan motorik Wildan tampak normal. Saat itu ada prilaku Wildan yang berbeda dengan bayi kebanyakan, yaitu Wildan tidak mau melihan orang-orang yang memanggilnya.

 

Pada usia 11 bulan Wildan belum bisa berbicara dan hanya kata  ‘’Me’’ sebagai tanda dia minta minum. Hanya Mbahnya (alm) Wildan yang sudah melihat bahwa ada ketidak beresan pada diri cucunya. Atas ketidak beresan itu Ibu Wildan membawanya ke Dokter, dan mendengar vonis dari Dokter bahwa Wildan menderita Autis, Saya dan Suami tidak bisa berkata apa-apa. Terus kami bawa Wildan ke rumah sakit jiwa  untuk Brain Mapping. Selain dengan obat-obatan dan terapi autis, Wildan diberi kebebasan seperti anak pada umumnya. Dia lebih suka menggambar, dimanapun dan kapan pun. Akhirnya Wildan dibawa ke sanggar untuk memberikan arahan tentang hobinya itu.

 

Wildan diajak ke rumah Sidomulya-Batu tempat Eyangti. Sejak itulah Wildan tidak mau diajak pulang, Terus kehidupannya mulai mengalami kemunturan. Kami sangat prihatin dengan keadaan ini, betapa rindunya saya mengajak wildan berenang, jalan-jalan ke alun dan pergi ke moll.

 

Wildan dimasukkan ke dalam sekolah SLB selama 4 hari disekolah Wildan masih di tunggu orang tuanya terkadang Ibu dan bergantian dengan Ayahnya. Momen ini mengingatkanku pada pada adiknya, yang pertama kali masuk sekolah Taman Kanak-Kanak, saya harus menungguinya berbulan-bulan.

 

Pada saat hari ulang tahun Wildan saya, ayah dan adik Wildan pergi ke rumah Batu. Menjemput Wildan untuk makan keluar. Dia memilih makanan Fried Chiken, Cola, dan Ice Crim. Kami biarkan dia makan dua porsi karena meluhat wajahnya yang sangat berhasrat. Lalu Ayahnya memotretkan berkali-kali. Rekaman ini sangat terkesan bagi keluarga.

 

Adiknya Wildan yang bernama Ghulam Ridho Lazuardy sangat sayang dan tidak malu memiliki kakak yang sakit autis. Malah dia memperkenalkan kakaknya kepada teman-temannya bahwa kakaknya sakit autis. Dan suatu ketika Ghulam berbicara kepada Ibunya ‘’ Ma do’akan Ghulam besok aku sukses ya? Kalau aku kaya, akan aku buat galeri untuk tempat menyimpan lukisannya dan bisa dijual juga’’ saking sayangnya Ghulam sama kakaknya.

 

Ibu Wildan seorang dosen dan Wildan dimasukkan di kampus Ibunya. Ibu Wildan bersyukur karena aktifivitas akademika sangat berkembang. Apalagi temennya sangat bisa menerima kehadiran Wildan. Semakin hari, pengendalian diri Wildan semakin menunjukan perkembangan yang baik. Ibunya pernah mendengar kalau anaknya membuat onar kepada mahasiswa lainnya contohnya membuang ludah dilantai enam dan mengenai orang yang ada dibawahnya.

 

Ayah wildan membuat akun facebook dan blog diberi nama avatar Wildan. Ayah menciptakan avatar Wildan di dunia maya sehingga Wildan tampak eksis, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Dan Ibunya ditelefon dari Redaktur Radang Malang (RM) untuk meceritakan kehidupan Wildan. Kemudian hari Ibu Wildan menghubungi RM lagi, kami diliput dengan catatan liputan tersebut meng-ekspose blog Wildan. Semoga dengan bantuan media surat kabar, niatan kami untuk berbagi bisa lebih meluas dan dapat diakses lebih banyak orang.

 

Anak-anak penyandang autis mampu belajar dari lingkungan sosialnya. Maka perlu diberi kesempatan sebanyak mungkin hadir dalam ruang-ruang publik. Suka duka yang dialami Ibunya bersama wildan banyak hikmah bagi mereka. Wildan megajarkan tentang kemanusiaan, spiritualitas, kejernihan hati dan logika serta kepribadian yang berkarakter. Sering kali hikmah itu datang dengan cukup menghujam sanubari. Allah jelas memiliki rencana baik dengan kehidupan Wildan di kehidupan sekelilingnya.

 

Bagi yang memiliki aktivitas yang normal jangan sampai kalah dengan seorang penderita autis dalam menghadapi permasalahan dikehidupan. Dan seorang penderita autis jangan dijauhkan melainkan diajak berteman, dengan teman bisa membuat trapi baginya, karena sering melihat orang sehingga dia tidak takut terhadap orang lain atau orang yang belum dikenalnya.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!