Buku

Meneroka Makna Filosofis Di Balik Misteri Soliter

Uraian makna dari karya novel filsafat Jostein Gaarder

Oleh: Sopian Tamrin*

BUKU, EDUNEWS.ID – Perjalanan besar dimulai dari Arendal salah satu kota di Norwegia menuju negeri kelahiran para filsuf. Tentu ini bukan perjalanan biasa tapi misi penyelamatan seorang ibu yang tenggelam dalam dunia mode.

Seperti pernyataan tokoh Pa (ayah) bahwa semakin cantik seorang wanita maka semakin sulit untuk menemukan jati dirinya. Sontak aku bertanya pada diriku sendiri. Apakah proposisi ini juga berlaku untuk pria? Kalau begitu aku pasti kesulitan menemukan jati diriku. Gumamku dalam hati… hihi.

Sepanjang perjalanan dipenuhi dengan percakapan antara ayah dengan anaknya yang bernama Hans. Berlangsung di atas mobil, meja makan sampai kamar tidur. Temanya bermacam-macam mulai tempat yang dilewatinya sampai khayalan sang anak.

Oh ya, semua bab dalam novel ini diberi judul nama kartu, mulai dari as sekop, sampai raja hati paling terakhir. Jumlah halaman karya Jostein Gaarder ini lebih tipis dari karya sebelumnya Dunia Sophie. Tepatnya 484 halaman.

Novel ini membincang kenyataan, keanehan sampai khalayan yang jadi kenyataan. Bayangkan kalau semua yang ada di sekililingmu tiba-tiba bicara. Bahkan yang ada dalam khayalanmu tiba-tiba melompat dari kepalamu dan mengajakmu berbincang.

Bagi ayah atau tokoh Pa, manusia adalah buatan. Kita sama dengan boneka yang penuh dengan kehidupan.

Meskipun banyak pikiran cemerlang hinggap di kepalanya, namun masa kecil Pa dilewati penuh tekanan. Hidup sebagai anak haram dari pihak musuh (hubungan gelap tentara Jerman dengan gadis Norwegia) membuatnya dianiaya selama 17 tahun dan terpaksa keluar melaut dan kembali lima tahun setelahnya.

Pertemuan dengan kurcaci di pegunungan Alpen menuju desa Dorf awal ‘Misteri Soliter’ dimulai. Setelah itu pertemuannya dengan tukang roti di Dorf yang memberinya roti kadet (roti yang didalamnya terdapat buku kecil yang berjudul soda pelangi dan pulau ajaib).
Novel ini aktif menyuguhkan percakapan filosofis.

Bincang tentang asal makhluk begitu khas. Misalnya siapa kita sebenarnya dan dari mana kita berasal? Pertanyaan ini tentu meningkatkan gairah membaca. Kalau kita diciptakan oleh Tuhan berarti kita ini asli buatan.

Keseharian kita bicara, berdebat atau mengirim roket ke bulan dan ini membuat kita merasa hebat. Karena ini pula Tuhan tertawa di surga karena kita tak mempercayainya.

Saat membaca buku ini sebaiknya anda memperhatikan jenis hurufnya. Mengapa karena sebenarnya ada dua setting cerita, pertama tentang percakapan dalam perjalanan Hans dan Pa/ayah. Kedua tentang cerita dalam buku kadet yang didapat dalam roti di Dorf. Saat anda menemukan jenis hurufnya berubah maka kita perlu berpindah cerita. Semoga kita bisa membedakannya selama membaca agar tak tersesat dalam jerami teks Misteri Soliter.

Kita perlu memecahkan makna dalam buku kadet kecil yang dibaca Hans secara sembunyi untuk memecahkan makna percakapan filosofis antara Hans dan Pa/ayah. Tapi jangan khwatir karena tulisan dalam buku kadet yang ada dalam novel ini bisa dibaca tanpa kaca pembesar pemberian kurcaci.

Saya mencoba memetik kata/kata dan kalimat penting untuk memahami kedalaman pesan. Tentu ada yang luput dari pembacaan saya apalagi saat lembaran diurai dalam keadaan mata enggan membantu.

Kehidupan ini punya kendali, begitu ucap ayah Hans. Apakah anda percaya dengan kebetulan. Kebetulan adalah sesuatu yang benar-benar terjadi karena ada rencana di baliknya. Olehnya itu kebetulan juga sebuah takdir karena ia juga suatu kejadian yang sudah direncanakan.

Hidup ini betul teratur dan terencana, jika telisik kebelakang kita minimal memiliki dua orang tua, empat nenek dan delapan kake nenek buyut dan enam belas nenek piut, kalau dihitung sampai 1200 brapa banyak? Kalau kita ada, maka di antara banyaknya becana di muka bumi ini nenek kita salah satunya yang selamat. Inilah arti kehidupan adalah satu undian besar dimana hanya tiket pemenangnya yang nampak.

Bila ada orang yang tertarik pada hal – hal supranatural mereka mengalami kebutaan karena mereka tidak melihat bahwa dunia ini ada adalah hal yang paling misterius. Apakah anda tidak merasa bahwa segenap semesta adalah perencanaan. Termasuk banyaknya bintang dan berbagai fenomenanya.

Jika engkau tidak terbiasa berpikir maka bicara apa adanya saja karena banyak bicara tak ada gunanya. Itulah sebabnya pembuat kaca jarang menjawab pertanyaan Hans karena memang tidak perlu pandai bicara. Jika tak mengerti maka derajatmu sama dengan yang tak berpikir.

Kadang kita seperti kurcaci begitu abai dengan keanehan hidup. Pernahkah kita terus mengejar makna atas asal kita diciptakan dengan mengajukan pertanyaan mendasar. Memang mustahil memahami bumi begitu saja tanpa mencecarnya beberapa pertanyaan.

Kita memang berbeda tetapi berada dalam kapal yang sama. Ada banyak gerakan kecil yang kita lakukan tanpa sadar. Mungkin kita memang sekadar hidup daripada sadar. Apakah gerakan kecil itu memiliki mekanisme yang sama. Mungkin kita bisa memulai mengamati kehidupan yang ada di kapal. Seperti Hans. apakah kita tahu bahwa ada sesuatu yang sedang mengawasi kita sepanjang waktu.

Manusia amatlah pandai terhadap banyak hal namun sedikit tahu tentang dirinya sendiri. Kalaulah otak kita sederhana untuk diketahui maka begitu bodoh bila tak memahaminya. Namun otak sederhana sekalipun tidak menjamin dipahami oleh pemiliknya. Misalnya otak cacing bagi cacing atau otak udang bagi udang. Hmm… begitu rumitnya memahami diri kita sehingga rasanya perlu bertemu Tuhan sebelumnya.

Tak saya lewatkan kutipan romantik Pa/Ayah, “Ada banyak pengetahuan kita tentang struktur luar angkasa tapi sulit menemukan alasan satu wanita yang pernah meninggalkan kita”.

Apakah anda pernah terdampar di pulau yang tak terdapat di peta? Mungkin perlu mendengar cerita Frode yang mengalaminya dalam cerita. Kita perlu menyimak cerita tetang racikan soda pelangi yang bisa membangkitkan indra. Semua sel ikut merasakan sehingga ia hanya bisa dikonsumsi dalam dosis sedikit. Efeknya kita terbangun dan tiba-tiba ada di suatu tempat dan tidak tahu jalan pulang. Bukan hanya itu rasanya semua yang ada di sekeliling adalah dirimu sendiri.

Belum lagi cerita tentang semua kurcaci yang ada dalam pulau ajaib. Kurcaci adalah penumpang gelap yng muncul tiba-tiba dari ketiadaan. Muncul tiba-tiba seperti hasil sulapan. Jika dunia adalah tipuan sulap berarti pasti ada pesulap hebat di baliknya. Bukankah kurcaci dalam cerita ini adalah gambar yang ada dalam kartu remi. Ataukah ini bagian penting yang melibatkannya dalam Misteri Soliter?

Di luar dugaan Jostein Gaarder memainkan imajinasi luar biasa. Tak habis pikir ia mentransformasi kartu remi sebagai individu dari empat keluarga yang memiliki karakter masing-masing. Kalau anda pernah bemain kartu pasti ingat betul empat macam setiap satu set kartu, yakni keriting, sekop, wajik dan hati.

Coba perhatikan pembagian watak berikut; Keriting memiliki kulit cokelat, tubuh pendek gempal dan rambutnya ikal tebal. Wajik lebih kurus, lebih lembut dan anggun. Kulit bening, rambut lurus keperakan. Sedangkan hati mereka lebih hangat dari yang lain. Tubuh mereka lebih bundar, pipi kemerahan, serta rambut panjang pirang dan tebal. Terakhir sekop mereka memiliki badan tegap dan padat, kulit pucat, ekspresi yang agak keras dan serius serta mata tajam dan gelap dan rambut hitam tipis.

Setelah memahami karakternya mungkin kita bisa memainkan hanya dalam kepala. Ia hanya alat, sama halnya suatu saat kita bisa menghitung tanpa kalkulator atau bendanya lagi.

52 sosok dalam kartu dalam mimpi kemudian melompat hidup bersama penciptanya. Wah begitu luar biasa seorang Frode yang mengobati kejenuhannya dengan menciptakan kurcaci dari kartu remi yang bisa melayaninya di pulau ajaib selama 52 tahun. Mungkinkah kita juga sekadar imajinasi Tuhan yang tak sadar bahwa kita sekedar melompat dari mimpiNya.

Kalau itu Tuhan berarti ia amat pintar bermain petak umpet dengan ciptaanNya. Toh entah siapa yang ketakutan saat bertemu antara pencipta dan ciptaan. mungkinkah Tuhan juga kaget saat menciptakan Adam. Saat ini Tuhan sedang duduk di singgasananya dan tertawa karena kita tidak mempercayainya.

Frode memang tersesat dan tak tahu jalan kembali. Bukan hanya di pulau tapi pada khayalannya sendiri. Jika seperti itu kita patut curiga dengan segala hal yang ada di sekeliling kita. Barangkali semua ini hanyalah khayalan semata.

Dalam novel ini juga ada pesan khusus bagi kamu empiris, “Kisah kosmonaut yang beberapa kali ke luar angkasa tapi tak sekalipun bertemu malaikat. Sedangkan neurolog beberapa kali melakukan operasi bedah tapi tak juga menemukan pikiran”.

Percakapan selanjutnya tentang ramalan Apollo dan bijaknya Sokrates. Sokrates tak banyak tahu tapi ia tahu kalau dirinya tidaklah tahu.

Tahukah kita bahwa orang yang puas dengan mereka ketahui itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menjadi filsuf. Anehnya ada banyak orang merasa banyak tahu padahal tidak sama sekali. Kata ayah Hans lebih baik sok terdidik dari sekedar sok saja tanpa terdidik. Itu percakapan pembuka setibanya mereka di negeri kelahiran para filsuf.

Jika orang selalu bertualang setiap waktu, setiap harinya maka dia adalah Joker yang sesungguhnya. Kita tak perlu bersusah payah ke kuil dingin untuk bertemu dengan hantu karena kita sendiri adalah hantu. Oh ya satu pesan dalam dinding kuil Yunani yaitu kenalilah dirimu sendiri.

Joker tidak ingin mengakui bahwa ia sama dengan yang lain. As Hati, Tiga Keriting dan Jack Sekop bagi Joker hanyalah khalayan Frode. Kalaupun ia diciptakan maka ia menyatakan harus membunuh penciptanya untuk mengukuhkan kehadirannya. Ini percakapan kurcaci dengan Hans tukang roti yang juga terjebak dalam pulau ajaib.

Menurutku ini bisa jadi metafor kematian Tuhan model lain oleh ciptaannya. Sosok ciptaan yang mulai berpikir bagaimana bisa membunuh sang pengkhayal agar ia bisa abadi. Aku mulai khawatir kalau ciptaan mulai angkuh seperti ini maka Tuhan akan mempercepat kehancurannya, lebih cepat saat ia proses penciptaan. Tapi saya pikir itu sia-sia.

Khayalan itu tak lekan waktu untuk menua ia selalu saja muda. Bahkan ia akan selalu ada meskipun sang pengkhayal tiada. Pikiran dan ide sungguh luar biasa sementara pikiran terdalam seringkali melompat keluar saat kita tidur.

Cerita di yunani berlanjut. Oedipus “Si Kaki Bengkak” yang membunuh ayahnya dan menikahi ibu kandungnya dan melahirkan dua putra dan dua putri. Ia harus membayar mahal dengan mencungkil matanya sendiri. Karena takdir tak bisa dihindari. Di zaman yang berbeda sigmund freud memeras inspirasi psikologis dari kisah tersebut.

Kembali buku roti kadet; Hari Joker. Lima puluh dua kartu mewakili satu tahun. Bagaimana mungkin, tapi coba kita jumlah sendiri 52×7 = 364, untuk cukup 365 maka tambahkan satu joker. satu macam kartu berjumlah selalu sampai 13. Itu berarti kalender pulau ajaib berjumlah 13 bulan dan masing memiliki 28 hari. Jika dijumlah 28×13=364. Kita coba yang lain, jika dijumlah as=1 sampai raja=13 maka keseluruhannya berjumlah 91. Jadi 91 × 4 macam kartu =364. Apakah ini juga kebetulan. Sungguh kalender ajaib di pulau ajaib.

Areopagus, tempat Paulus berkhotbah tentang Tuhan tak dikenal yang hidup di kuil buatan manusia. Setelah sampai di kuil Ayah dan Hans berbincang tentang waktu. Waktu tak berlalu melainkan kita yang melewatinya. Percakapan ini saat berkeliling mengamati reruntuhan kuil.

Keruntuhan adalah keniscayaan alam. Tapi ada yang tak tersapu yaitu ide, gambaran, atau gagasan. Gambaran dalam kepala selalu lebih lengkap dibanding gambar yang kita buat. Ia dunia jiwa yakni asal kita dan ia akan kembali saat tubuh ambruk dirusak oleh waktu. Reruntuhan bangunan Yunani adalah bukti kehancuran tubuh namun gagasannya masih tetap hidup.

Kebenaran tak berteman. Lanjut Pa/Ayah. Tapi ia harus diucapkan. Kesalahan kecil dalam pengucapan bisa menimbulkan akibat dramatis. Menyatakan kebenaran meski berat sejujurnya anda berperan sebagai Joker. Tidak sama dengan empat macam kartu dalam satu set. Itulah yang dilakukan oleh Sokrates dan akhirnya menanggung resiko dipaksa minum racun.

Anitha mama Hans sedang melakukan pemotretan di tebing di bawah kuil Poseidon. Ia berdandan habis-habisan dengan topi tepian lebar. Saat mendekatinya serasa seperti film gerak lambat. Maklum sedikit romantik karena toh mereka baru dipertemukan selama delapan tahun.

Namun tak mudah memutar kapal yang layarnya terlanjur terkembang. Pikir Ayah atas kemugkinan istrinya menolak untuk pulang. tapi apa boleh buat ini adalah misi penyelamatan As Hati (imajinasi kartu remi) oleh Joker.

Ada banyak orang sibuk dengan penampilan mereka dan lupa bahwa ia sedang hidup. Inilah yang dimaksud cerita di awal menyelamatkan Mama yang tenggelam dalam dunia mode. Namun pada akhirnya Hans berhasil membujuk Mama untuk diajak kembali ke utara.

Makna selanjutnya tentang minuman soda pelangi. minuman ini membuat kita merasakan dunia beserta isinya dan serasa menyatu dengan alam. Semakin kita mencicipinya semakin kita lupa dan perasaan lambat laun akan sirna. Itu semacam metafor bahwa semakin kita merasakan kenikmatan dunia semakin kita pelupa dan hilang rasa. Semakin kita menyatu dengan kenikmatan dunia maka sulit pula melepaskan diri. Itulah sebabnya Si Tukang Roti tidak membiarkan Hans meminumnya dalam dosis yang tinggi.

Tentu kita sama pernah melihat kijang atau binatang semacamnya namun reaksi kita agaknya berbeda dan jarang yang bisa memahami itu sebagai sebuah keajaiban. Ini juga salah satu efek jika telah terlena dalam kenikmatan dunia. Begitu besar kemenangan bila bisa menahan diri untuk tidak meminum soda pelangi.

Tidakkah kita tersungkur melihat bahwa dunia ini berupa keajaiban yang sangat fantastis hingga kita sulit memutuskan apakah memilih menangis atau tertawa. Mungkin kia ingin melakukan kedua-duanya tapi pasti sulit melakukannya bersamaan.

Andaikan bayi bicara tentu lisannya terus mengutarakan takjub dan kagum begitu indahnya dunia ini. Mestinya penduduk sebelumnya membungkuk dan menyapanya dengan sambutan selamat datang di dunia.

Aku khawatir saat ia dewasa juga nantinya merasa biasa pada dunia yang luar biasa. Kemudian ia tak pernah memikirkan keajaiban itu sampai tak pernah sama sekali dan pada akhirnya ia kembali meninggalkan dunia ini lagi. untuk itu tidak cukup lahir hanya sekali, kita perlu lahir berkali-kali agar bisa merasa ada.

Permainan soliter adalah kutukan keluarga Hans. Olehya itu harus ada Joker yang menembus khayalan. Sehingga orang yang memahami takdir juga harus menjalaninya.

Novel ini ingin meyampaikan pesan misteri soliter melalui peran Joker. Ada kutipan menarik bagian terakhir, “Bahwa orang-orang besar dan kecil sama-sama harus diingatkan secara teratur bahwa mereka adalah ciptaan yang hebat penuh dengan kehidupan tapi terlalu sedikit memahami diri mereka sendiri”.

Seiring waktu yang berlalu dan kenangan yang kian menjauh bersama penciptanya. Sehingga keraguan selalu menyelinap ke dalam otakku. waktu membuat Hans bertambah dewasa, waktu juga yang meruntuhkan kuil-kuil kuno dan waktu juga yang menenggelamkan pulau-pulau tua. Waktu juga yang membuat bacaan ini berakhir selama 3 hari.

Aku coba mengajak waktu istirahat tapi ia enggan. Memang waktu tak kenal lelah. Tapi sepertinya aku kelelahan dan saatnya aku menghilang bersama kurcaci yang sempat menyelinap di kepala pengarang.

Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., Staf Pengajar FIS UNM, Direktur Eksekutif Education Corner.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!