SASTRA

Ayam yang Serakah

Oleh: Muklis Adi Saputro*

CERPEN, EDUNEWS.ID – Pada zaman dahulu disebuah hutan yang lebat, air sungai yang mengalir sepanjang tahun dan matahari yang selalu menampakkan sinarnya, hiduplah sekelompok ayam yang didimpin oleh “jago”, jago adalah satu-satunya ayam jantan yang ada dikompoknya, jago sangan dihormati, suara berkokonya sangat merdu bagaikan sebuah alaram yang membangunkan ayam betina dipagi hari dan pertanda kembali ke kandang pada saat sore hari.

Seperti hari biasanya, jago berkeliling disekitar hutan untuk mencari makan dan mengawasi ayam-ayam betina, ditengah perjalanan jago bertemu dengan musang yang sedang sibuk menggali tanah, jagopun bertanya “wahai musang, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kmu menggali tanah disini”, musang lalu menjawab “aku sedang menanam jagung untuk persediaan makanan, bukan kah sebentar lagi musim kemarau akan datang?”. Tanpa ragu jago menawarkan bantuan kepada musang, “bolehkah aku membantumu musang?”, musang menjawap ”dengan senang hati, mari kita tanam sama-sama, nanti jika berbuah kita makan sama-sama karna aku kan pergi ke hutan sebrang untuk beberapa bulan, aku titipkan tanaman jagung ini padamu”.

Baca juga :  Kematian

Setiap hari ayam menyirami dan mangawasi tanaman jagungnya, tiga bulan telah berlalu dan jagungpun siap untuk dipanen, jago heran mengapa musang belum datang untuk memakan jagungnya, lalu timbul niat jahat dari jago, jago mengumpulkan seluruh kelompoknya untuk bersama-sama memakan jagung yang dia tanam bersama musang. Sebagai pemimpin jago menjadi lebih dihormati karena dianggap dapat mensejahterakan anggotanya.

Advertisement

Namun tak lama jago mendapat kabar bahwa musang sedang diperjalanan pulang dari hutan sebrang, ayam takut,cemas dan bunggung harus bagaimana karna jagungnya telah habis dia makan bersama kelompoknya tada sisa sedikitpun, jagopun bergegas mengumpulkan anggotanya dan mengajak mereka bergi dari hutan karna takut musang akan murka pada mereka.

Musang yang baru sampai dari hutan sebrang sudah tak sabar untuk memanen jagung yang dia tanam tiga bulan lalu, sesampainya di kebun jagung, musang sangat terkejut karna jagungnya telah dipanen dan yang tersisa hanya batang dan daunya saja, lalu musang pergi menemui jag, namun yang ada hanyalah pangkal jagung tanpa ada satupun ayam disitu, seketika musang murka karna kebaikannya dibalas jahat oleh jago dan kelompoknya, musang saat itu bersumpah “aku akan memakanmu dan semua keturunanmu wahai jago”. Dari situlah asal usul musang yang memakan ayam.

 

Muklis Adi Saputro. Mahasiswa Prodi Teknik Informatika UTY.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com