SASTRA

Perang Langit!

Muhammad Rifai Rasyid, Siswa Kelas X SMAIT ICM Gunung Geulis, Bogor

Muhammad Rifai Rasyid*

Dua desa  saling bermusuhan yang bernama Desa Avatar dan Desa Egir. Mereka selalu memperebutkan perbatasan. Dibalik perebutan itu terselip pertarungan gengsi dan kehormatan. Kedua pertarungan itu berlangsung lama dan tak satupun yang mengalah. Desa Egir dipimpin oleh raja zalim dan lalim. Raja Egir selalu ingin menang sendiri meskipun mengorbankn rakyatnya sendiri, yang pada akhirnya desa Egir terpecah. Dari perpecahan itu melahirkan desa Avatar. Desa Avatar pun dipimpin oleh raja yang haus kekuasaan dan kerap kali juga berlaku tidak adil pada rakyatnya.

Sebermula keterpecahan Desa Egir ketika Raja Egir lebih memetingkan masyarakatnya sebelah utara. Sedangkan, Masyarakat sebelah Selatan tidak pernah mendapat bantuan dari raja sehingga terjadi bencana kelaparan. Rakyat Selatan Desa mulai geram dengan raja. Penasehat raja pun melakukan mengadu domba masyarakat selatan dengan menyebarkan kabar bohong bahwa “Masyarakat Selatan akan melakukan pemberontakan”. Raja Egir pun geram dengan menyerang rakyat bagian selatan keesokan harinya. Peperangan dahsyat pun sudah tidak bisa dielakkan. Serangan Raja Egir ke Selatan menjatuhkan banyak korban tentara dan rakyat Selatan.

Setelah Rakyat selatan Mengalami kekalahan, mereka ingin menunjuk seseorang untuk menjadi pemimpinnya. Akhirnya, Rakyat Selatan menunjuk Avatar sebagai pemimpin perang, sekaligus menjadi raja bagi rakyat Selatan. Avatar dianggap pemuda yang tangguh dan lihai dalam berperang. Masyarakat Selatan menganggap Avatar punya karisma sebagai pemimpin. Setelah penobatan Avatar sebagai raja, ia ingin memberikan nama wilayah kekuasaannya. Tapi, patokan wilayah kekuasaanya tidak jelas dengan desa Egir. Namun, Avatar tetap ngotot memberikan nama wilayahnya dengan namanya sehingga Egir bagian Selatan berubah menjadi Desa Avatar. Kepimpinan Avatar sangat dipercayai oleh rakyat selatan. Setelah tersebar kabar penobatan raja Avatar, Rakyat Utara pun semakin geram.

Peperangan pun direncanakan. Kedua pemimpin desa tersebut kini menyusun taktik dan strategis rencana penyerangan. Tapi, sebelumnya Raja Egir dan rakyatnya telah melangsungkaan pesta kemenangan serangan pertamanya yang mengorbankan banyak pasukan dan rakyat selatan. Perayaan pesta itu terdengar di telinga Avatar, ia mengirim salah satu pasukannya melakukan pengintaian untuk mencari informasi dengan mendengarkan pembicaraan raja Egir dengan para menterinya.
Setelah kedua raja selesai menyusun taktik dan strategi. Perlengkapan peperangan disiapkan. Raja Egir tiba-tiba Desa Avatar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Serangan kali ini tidak membuat Rakyat Desa Avatar kaget karena pasukannya pengintai menyampaikan laporan terkait penyerangan Raja Egir.

Pertempuran pun terjadi dengan sengit dan berlangsung berjam-jam. Desa Egir pun tidak sanggup menaklukkan Desa Avatar. Dinding-dinding pelindung Desa Avatar tidak bisa dirobohkan. Pertahanan Desa Avatar kali ini sangat kuat. Sedangkan, pasukan raja Egir banyak yang gugur di medan perang. Ini menjadi pukulan telat bagi Raja Egir sehingga ia memutuskan menarik pasukannya mundur. Rakyat Desa Avatar pun merasa senang karena bisa membalas kekalahannya.

Kekalahan yang dialami Raja Egir Di hari pertama peperangn tidak membuat semangatnya surut. Tapi, sebelum peperangan kedua berlangsung, Raja Avatar berkirim surat ke Raja Egir untuk menyerang Desa Egir. Dalam surat itu bertuliskan Paduka raja Egir pemimpin Desa Egir, aku Avatar pemimpin Desa Avatar ingin menyerang Desa Egir Esok Pagi. Saya selaku Raja Avatar Berjanji akan menghabisi dan meratakan Desa Egir. Lewat Surat ini aku menantang desa Egir untuk melakukan peperangan. Meskipun, penyerangan sebelumnya tidak pernah ada penyampaian.

Keesokan harinya, pasukan raja Avatar menuju untuk melakukan serangan ke Desa Egir. Desa Egir di kelilingi tembok besar dari empat penjuru angin.
Pasukan Avatar pun sampai di wilayah Desa Egir yang langsung dengan pasukan Egir. Tak berselang lama kemudian, pasukan Egir mundur masuk ke dalam kerajaan sehingga pasukan Raja Avatar mengepung tembok desa Egir, tidak lama kemudian tembok Raja Egir roboh dari terjangan pasukan Avatar.

Pasukan Avatar pun terperangkap oleh jebakan raja Egir yang mengakibatkan pasukan Avatar banyak jatuh korban. Peperangan makin sengit, korban mulai berjatuhan di kedua belah pihak. Peperangan berlangsung sehari semalan, tembok Desa Egir pun rata dengan Tanah, pasukan kedua desa tersebut berkelimpangan, warna tanah berubah jadi merah dari darah kedua pasukan Raja Avatar maupun Raja Egir.

Pasukan kedua raja sudah habis, sisa kedua raja saling berhadapan dan bertempur dengan sengit. Dalam pertempuran kedua raja tersebut, tiba-tiba pedang kedua terhenti di leher masing-masing. Mereka mulai terperanjab dengan melihat di sekelilingnya. Mereka mulai menyadari bahwa sisa mereka berdua sedang bertempur. Akhirnya, mereka mulai sadar atas keserakahan mereka. Mereka telah mengorbankan rakyatnya tidak berddosa atas pertarungan gengsi dan kehormatannya.

 

Muhammad Rifai Rasyid
Siswa kelas X SMA Islam Terpadu ICM Gunung Geulis, Bogor

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!