Puisi

Puisi: Surat Untuk Ayah

Oleh: Sampean*

 

Di sajak ini, kukirim lelahku padamu

Menabur kabar di daun matamu

Sembari aku memeluk ingatanku, memetik kasihmu

Di saban hari, ketika bibir langit memerah saga

Kuhitung tanpa lelah sejauh langkahku

kerutan wajahmu

 

Masih tetap menggurat di benang mataku

Sembari, menjalin asa yang belum usai

Ketika aku merasa kalah

Gontai kakimu tak lelah

Membopong aku untuk bangkit

Kedutan sakit yang kamu rasai tak membuatmu patah arang

Advertisement

Engkau terus memberiku harapan walau usiamu kini senja

 

Ayah, aku ingin memelukmu

Rindu merajai tubuhku

Segenap rasa ini kutitip pada malam yang mengapung

Barang sejengkal pun aku tak beranjak dari rinduku

 

SampeanAlumni Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Makassar.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com