Puisi

Sajak-Sajak Nurwahidah Shaleh

Perjalanan

 

Seperti katamu : Jika ingin menggapai cita dan juga cinta, melentinglah jauh

Aku tergopoh-gopoh

Perjalanan yang dimulai dengan cericau dalam diri

Mau dan mampukah aku berjalan sampai batas yang paling mengenaskan?

 

Hanya diri sendiri yang harus menjawab liku perjalanan ini

Aku hanya berserah diri pada hidup yang penuh jerit

Katamu: Hidup taklah sempurna  tanpa pengorbanan

Bagaimana mungkin jika aku memikirkan untuk pulang?

 

Dipangkal jalan  aku sudah  tumbang

Meski katamu aku makhluk setangguh karang

Untuk bermimpi ternyata tak cukup hanya dengan potongan-potongan keyakinan

Diperlukan cinta untuk menjejak ujung perantauan

 

Kini jika aku roboh di kelokan jalan

Hanya sayap cintamu yang  bisa membawaku melesat menujunya

Baca juga :  Puisi: Inti Hati

 

Batam, 09 Oktober 2016

 

 

Bermimpilah

 

Sejauh-jauhnya ke sebuah ujung perantauan akan membuatku bertarung dengan siapa pun

Termasuk diriku sendiri

Jika kelak aku kalah maka pilihan hanya dua:Mengiris-iris urat nadiku

Atau  menghabiskan sisa usia dengan mengaduk penyesalan

Kau tahu aku benar-benar kesepian di sini

 

Tidur, Salat, makan, melamun dan  berak di sini

Hal semacam itu setiap hari kulakukan dan aku mulai jenuh

Katamu :Semuanya butuh proses kesabaran jika ingin membuktikan selalu ada cara yang berbeda

Seperti seorang balita berlatih berdiri

Sampai kakinya memerah lalu berdarah

Jangan tanyakan berapa lama kau bertahan di rantau

Jangan manja di tengah pertempuran

Baca juga :  DPR : Kemenangan Film Prenjak Bisa Jadi Inspirasi Perfilman Tanah Air

Jangan tanyakan kapan kau harus berhenti

 

Walau kesekian kali kau terjatuh, bangun, jatuh dan bangkit lagi

Sebab pada akhirnya kau hanya memetik hasil di hari tua

Bukan lagi menangis dan bermimpi

 

Batam, 11 Oktober 2016

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com