Sopian Tamrin

Traktir Hadiah Ulang Tahun

Oleh: Sopian Tamrin*

SOSIO-KOSMIK, EDUNEWS.ID – Entah mengapa, hujan memilih awet di sela-sela malam rabu. Padahal EduCorner sedang menggelar disksusi perdana tahun ini. Mungkinkah ia telah bersaksi untuk kegiatan perdana ini atau ada makna lain. Tentu anda bisa memaknai sesuai selera masing-masing.

Seruan teman-teman sontak menyadarkan, ternyata aku sedang berulang tahun di usia ke-28. Aku bergegas mengambil pulpen untuk sekedar mencoret kolom horizontal nan buram dalam kertas.

Tak ada kembang api tak juga kue tar, yang ada hanya orasi puisi yang membuat gemetar. Sesekali aku memandangi jam tangan untuk mengetahui bagaimana rasanya perpindahan usia. Pukul menunjukkan 23.58, itu berarti kurang dua menit aku berusia 28 tahun.

Baca juga :  Permendikbud Komite Sekolah Beri Celah Pungli

28 memiliki kedalaman makna. Ia terkait dengan pertemuan yang tak mungkin kusebutkan dalam tulisannya ini. Ini adalah angka pertemanan, bermakna kelanggengan.

Angka 2 bagiku pesan bahwa 1 tak bisa hidup sendiri. Artinya tak ada makhluk yang bisa hidup tanpa yang lain. Minimal ia menciptakan angka 2 dari dirinya sendiri. Sedangkan 8 bisa disimbolkan sebagai ketakterputusan. Anda pikirkan sendiri maksudnya, saya juga bingung.

Dalam situasi ramai seperti ini, hampir mustahil bisa menulis yang berat-berat. Meskipun memang tidak pernah menulis yang semacam itu. Untung saja amukan hujan membunuh suara percakapan teman malam tadi. Sehingga berbagai kata dan kalimat di sekelilingku tak amat mengganggu.

Kembali ke angka 28 sebagai simbol kelanggengan. Pernahkah anda berpikir untuk memutuskan silaturahmi dan memilih hidup tanpa yang lain. Tidak usah dipikir, toh tak akan bisa. Itu buang buang waktu saja. Itu pasti berat, usah tanya ke Dilan. Jangankan anda bahkan Tuhan pun tak ingin sendiri.

Baca juga :  Faktor-Faktor yang Memengaruhi Integritas (7)
Advertisement

Hemat saya, angka 28 bisa dijadikan sebagai daya simbolik untuk memantik pertemanan dan persaudaraan. Kalau tidak percaya, tidak ada masalah.

Coretan pertambahan usia ini mencoba menyapa ingatan pada semua kawan yang pernah hadir dan yang segera hadir dalam kehidupanku. Ada begitu banyak pertemanan yang tak kita pilih sama sekali.

Toh kita tak pernah memilih pada siapa akan berteman di kemudian hari. Meskipun gombal, kebanyakan kita percaya bahwa hidup itu pilihan. Padahal kalau bisa memilih, rasanya mau hidup di zaman Nabi dan bersahabat dengan Nabi.

Ungkapan bertambah usia sejatinya adalah pengurangan usia. Jadi bahasa bertambah menyembunyikan makna yang sesungguhnya. Bahkan berlawanan dengan teksnya sendiri.

Mengapa demikian? Karena manusia pada dasarnya selalu merasa kekurangan sehingga reaksi pada dirinya selalu ingin menambah. Olehnya itu momentum ulang tahun cenderung dimaknai fenomena pertambahan dibanding pengurangan.

Sebagai penutup, aku ingin ucapkan terima kasih pada Kak Irfan Palippui, (Penulis buku Orasi Air Mata), kak Kasman McTutu (Redaktur Sastra Edunsws.id) dan moderator Damar I Manakku (Penyair muda nan energik).

Hemat saya, diskusi semalam adalah kado yang sebenarnya. Oh ya, saya hanya bisa traktir diskusi. Sekian.

Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., Staf Pengajar FIS UNM, Direktur Eksekutif Education Corner.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com