Sosok

Sri Bintang Pamungkas, Sosok Mekar Karena Makar

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Untuk kedua kalinya, di dua pemerintahan yang berbeda, Sri Bintang Pamungkas (SBP) ditangkap dengan alasan yang sama, makar. Sri Bintang Pamungkas dikenal sebagai tokoh pergerakan, reformis, politikus, aktivis, dan juga orator hebat di masa penggulingan Soeharto. Di rezim Soeharto, dia pernah ditahan dengan tuduhan makar.

Dia dianggap subversif dan melanggar Undang-undang Anti Subversif dengan membentuk Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) pada Mei 1996. Partai itu didirikan oleh Sri Bintang sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah. Soeharto tak terima. Sri Bintang mendekam di penjara selama satu tahun 20 hari terhitung sejak Mei 1997. Saat itu usianya 51 tahun.

Sebelumnya, Bintang memang sudah bersikap kritis kepada Soeharto saat masih menjadi anggota DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan. Ia berani berkata dengan lugas. Di zaman ketika parlemen benar-benar hanya menjadi palu yang mengetuk keputusan Soeharto, polah Bintang tentu dianggap subversif. Ia pun dipecat dari anggota DPR-RI, di-recall kalau memakai istilah pada zaman itu. PPP me-recall Bintang pada 27 Februari 1995.

Baca juga :  JKP Peringati Hari Lahir Chairil Anwar

Ada nama lain yang juga di-recall dari posisinya di DPR-RI. Namanya Bambang Warih dari Golongan Karya. Di DPR-RI ia duduk di fraksi Karya Pembangunan, fraksi yang menjadi perwujudan formil dari kekuasaan Orde Baru. Bambang Warih juga di-recall karena alasan yang sama: terlalu kritis kepada pemerintah Orde Baru.Nama Sri Bintang semakin terkenal saat dituduh menjadi dalang demonstrasi anti-Soeharto di Jerman beberapa bulan setelah peristiwa di-recall

Advertisement
. Saat Soeharto memang sedang berkunjung di Jerman dan kedatangannya disambut aksi demontrasi dari berbagai kalangan, termasuk kaum eksil di Eropa. Bintang dikabarkan memang ada dalam kerumunan massa.

Pasal yang disangkakan kepada Bintang adalah Pasal 104 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindakan penyerangan (makar) terhadap Presiden. Selain ini, pasal pelapisnya ada Pasal 134 tentang penghinaan terhadap martabat Presiden, atau Pasal 137 tentang penghinaan dengan tulisan dan lukisan.

Sri Bintang lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 25 Juni 1945. Ayahnya seorang hakim. Sri Bintang menempuh pendidikan Master of Science in Industrial System Engineering di Universitas Southern Carolina pada 1979. Lima tahun kemudian, dia mengikuti program doktor di Iowa State University.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com