Tekno

Google Gagal Kalahkan Zoom

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Sekelompok insinyur Google dilaporkan pernah mempelopori inisiatif agar perusahaan untuk mengakuisisi Zoom pada 2018. Hal itu muncul karena Zoom sangat populer pada 2018.

Gagasan mereka juga didukung oleh ‘beberapa ribu’ karyawan Google yang lebih suka menggunakan Zoom daripada perangkat lunak konferensi video milik Google sendiri.

Melansir Business Insider, Rabu (6/5/2020), beredar rumor menyebutkan bahwa diskusi untuk mengakuisisi Zoom tidak pernah dilakukan secara serius oleh Google. Laporan mengabarkan banyak perhitungan termasuk harga dan menghitung biaya mengoperasikan Zoom di server Google.

Akibat alotnya diskusi, Google tidak berhasil mengakuisisi Zoom bahkan sampai pandemi Corona terjadi yang semestinya dimanfaatkan Google untuk menaikkan pamornya.

Alhasil kegagalan akuisisi pun telah membuat Google dan Zoom menjadi pesaing. Bahkan, Google baru-baru ini melarang penggunaan aplikasi Zoom pada komputer karyawan.

Baca juga :  Sejumlah Driver Gojek Pertanyakan Manfaat Investasi dari Google

Di sisi lain, Google telah meluncurkan pembaruan untuk saingan Zoom, yakni Google Meet yang hingga saat ini dikenal sebagai “Google Hangouts Meet.”

CEO Sundar Pichai mengatakan, pengguna Meet meningkat menjadi sekitar 3 juta pengguna per hari, yang naik dari 2 juta per hari pada bulan Maret 2020.

Advertisement

Kenaikan pengguna Meet masih jauh dari capaian Zoom baru-baru yang mengklaim memiliki 300 juta pengguna aktif setiap hari.

Melansir Hindustan Times, Zoom adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dievaluasi insinyur Google. Sehingga, para insinyur Google mengevaluasi berapa harga yang ‘pantas’ untuk dibayar dan menghitung unit ekonomi untuk layanan tersebut.

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah secara serius mengevaluasi usulan untuk mengakuisisi Zoom dan tidak pernah ada seruan bagi karyawan untuk menggunakan aplikasi Zoom.

Selain Google, Microsoft juga pernah dikabarkan berusaha mencomot Zoom. Namun, pendiri Zoom Eric Yuan dikabarkan menolak tawaran menggiurkan tersebut.

Microsoft sendiri diketahui memiliki aplikasi komuniaksi bernama Teams yang kini memiliki lebih dari 75 juta pengguna aktif harian. Pengguna Teams itu diketahui meningkat dalam dua bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19.

 

 

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com