Tekno

Sebanyak 89 persen Karyawan Bekerja dengan ‘Smartphone

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ponsel cerdas telah menjadi bagian penting dari masyarakat baik sebagai alat untuk mendukung pekerjaan maupun sarana hiburan. Munculnya mobilitas dan proliferasi teknologi mobile dan komputasi awan telah memudahkan pekerja untuk bekerja pada beberapa lokasi berbeda dalam berbagai perangkat.

Studi yang dilakukan Microsoft dengan tajuk Microsoft Asia Workplace 2020, menemukan hanya 15 persen dari 4175 respondeng di 14 negara Asia responden yang menghabiskan seluruh waktu bekerjanya di dalam kantor.

Selebihnya 89 persen responden mengaku bekerja menggunakan smartphone mereka di mana dan dari mana saja. Khusus di Indonesia studi menemukan 40 persen pekerja bekerja pada lebih dari 10 tim yang berbeda dalam satu poin waktu.

Baca juga :  'Punggung' Iphone 7 Jet Black Mudah Terkelupas

“Hal ini membuat ketersediaan sudut pandang secara langsung serta alat-alat untuk berkolaborasi menjadi sangat penting untuk dapat menyelesaikan pekerjaan,” ujar Marketing & Operations Lead Microsoft Indonesia Linda Dwiyanti, Selasa (26/9/2017).

Studi menemukan 57 peren pekerja di Indonesia berharap organisasi mereka berinvestasi dalam pengembangan budaya, dan 62 persen berharap bagi pemimpin perusahaan untuk menutup kesenjangan keterampilan digital.

Ia menguraikan, naiknya popularitas teknologi digital, bersama dengan generasi milenial baru yang mulai bekerja, membuat sangat penting untuk mengetahui dan mengubah ekspektasi pekerja yang terus berubah, pengetahuan dan keterampilan, serta alat-alat yang mereka pakai.

Advertisement

Oleh kerenanya organisasi perlu bertransformasi untuk beradaptasi dalam kebiasaan-kebiasaan teknologi yang digunakan oleh generasi melek digital ini. Organisasi juga perlu kembali untuk mengedukasi ulang para pekerja dalam membangun keterampilan kreatif dan strategis di masa mendatang.

Khususnya para bekerja di garis depan (frontline) yang menjadi persentase terbesar organisasi perlu meningkatkan tenaga kerja mereka, khususnya para pekerja firstline, dengan menggarisbawahi nilai utama dari budaya kerja baru dengan mengoptimalkan kreativitas karyawan, memotori kerja dalam tim, memperkuat Keamanan, dan membawa kemudahan.

Teknologi merupakan kunci bagi pekerja firstline untuk menjadi bagian penting dalam mendorong kesuksesan transformasi digital. “Kami percaya bahwa setiap pekerja – mulai dari buruh pabrik hingga resepsionis, juga para eksekutif – dapat berkontribusi pada usaha koletif organisasi.

Lindai menjelaskan, sudut pandang Microsoft perlu melibatkan pekerja frontline dalam transformasi digital akan membuka kesempatan yang belum ada sebelumnya bagi para pekerja, perusahaan tempat mereka bekerja, dan juga industri dan masyarakat luas.

“Di Microsoft, kami melihat kesempatan yang dapat dibuka menggunakan teknologi, dengan melengkapi pekerja frontline dengan alat yang tepat, seperti Microsoft 365. Pada akhirnya, proyek transformasi digital hanya bisa berhasil jika menggunakan alat dan perangkat yang tepat, untuk dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh para pekerja,” ujar dia.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com